Monitoring dan Evaluasi BIB, Rektor UIN SATU Tekankan Literasi Keuangan dan Daya Saing Awardee

Kontributor:

20260204 Monev BIB

Tulungagung — Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung), Prof. Abd. Aziz, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang digelar di Aula Gedung Rektorat Lantai 3 UIN SATU Tulungagung pada Rabu (04/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Cakrawala Indonesia Bangkit UIN SATU dalam rangka evaluasi serta penguatan kontribusi penerima beasiswa terhadap pengembangan institusi dan pembangunan nasional.

Kegiatan monitoring dan evaluasi diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh pengurus Beasiswa Indonesia Bangkit. Dalam laporan tersebut disampaikan berbagai capaian awardee yang meliputi bidang akademik, penelitian, organisasi, serta kontribusi nyata yang berdampak bagi pengembangan institusi UIN SATU Tulungagung.

Sebagai bagian dari proses evaluasi, pengurus juga memaparkan data penerima Beasiswa Indonesia Bangkit di UIN SATU Tulungagung. Berdasarkan data tersebut, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 82 awardee, dengan rincian 1 awardee telah lulus, 80 awardee masih aktif, serta 1 awardee meninggal dunia. Sementara itu, pada tahun 2023 terdapat 2 awardee yang seluruhnya masih berada dalam masa studi. Adapun pada tahun 2024 dan 2025, belum tercatat penerima Beasiswa Indonesia Bangkit di UIN SATU Tulungagung. Data ini menjadi pijakan penting dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi guna memastikan efektivitas program serta keberlanjutan kontribusi awardee bagi institusi.

Selain sesi monitoring dan evaluasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas perumusan rekomendasi kebijakan sesuai tema “Upaya Pembangunan dan Kontribusi Mahasiswa dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi peran awardee BIB dalam mendukung visi pembangunan nasional melalui sektor pendidikan tinggi.

Ketua Beasiswa Indonesia Bangkit UIN SATU Tulungagung dalam sambutannya menyampaikan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program tahunan yang tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga pengembangan karier dan peningkatan kapasitas mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pengurus secara konsisten melakukan sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit, baik secara daring maupun luring, agar semakin banyak mahasiswa memperoleh akses dan manfaat dari program tersebut.

“Harapannya, Beasiswa Indonesia Bangkit tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mampu melahirkan kontribusi nyata dan berdampak bagi kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga akhir Januari terdapat satu penerima BIB yang perlu dievaluasi karena berada di akhir masa studi, sesuai dengan ketentuan bahwa penerima BIB wajib menyelesaikan studi paling lambat pada semester delapan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir terdiri atas awardee Beasiswa Indonesia Bangkit serta pejabat akademik dan struktural UIN SATU Tulungagung. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan “sesi award” kepada 8 awardee terpilih sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi terbaik selama masa penerimaan beasiswa.

Dalam arahannya, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, menyampaikan bahwa kehadiran kembali program Beasiswa Indonesia Bangkit pada tahun ini merupakan peluang besar bagi mahasiswa UIN SATU. Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi memiliki tingkat partisipasi tinggi dalam program ini, sehingga mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

Prof. Abd. Aziz juga mengungkapkan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit memiliki dukungan anggaran yang sangat besar, bahkan mencapai triliunan rupiah di luar skema LPDP, dengan alokasi dana sekitar Rp27 juta per tahun bagi setiap penerima. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi para awardee agar mampu mengelola bantuan tersebut secara bijak dan berkelanjutan.

“Mahasiswa harus belajar literasi keuangan. Dana yang diterima perlu dikelola dengan baik, dipetakan untuk kebutuhan hidup, tempat tinggal, hingga perencanaan masa depan,” ujarnya. Ia juga mendorong para penerima Beasiswa Indonesia Bangkit agar memiliki target yang jelas setelah lulus, termasuk kesiapan untuk melanjutkan studi magister melalui skema BIB maupun beasiswa lainnya.

Rektor menilai Beasiswa Indonesia Bangkit sebagai salah satu program beasiswa yang strategis dan berkualitas. Ia pun mendorong agar seluruh penerima BIB memiliki orientasi melanjutkan studi ke jenjang S2 serta dibekali kemampuan pendukung, seperti peningkatan skor TOEFL dan penguatan kemampuan academic writing, agar mampu bersaing di perguruan tinggi unggulan.

“Mahasiswa tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus bermanfaat dan berdampak. Kesempatan Beasiswa Indonesia Bangkit harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak beralih kepada pihak lain,” pungkasnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, UIN SATU Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengarahkan awardee Beasiswa Indonesia Bangkit agar tumbuh sebagai insan akademik yang unggul, berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: M. Anwar Aziz
Skip to content