Perkuat Jejaring Global, Perpustakaan UIN SATU Tulungagung Resmi Bergabung dengan Asosiasi Internasional IATUL

Kontributor:

Perpustakaan UINSATU Member IATUL 02

Tulungagung—Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan dan rekognisi di kancah internasional. Terbaru, Perpustakaan UIN SATU Tulungagung resmi dinyatakan sebagai anggota International Association of University Libraries (IATUL), sebuah asosiasi perpustakaan perguruan tinggi bergengsi yang beranggotakan universitas-universitas terkemuka dunia.

Kepala Perpustakaan UIN SATU Tulungagung, Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan langkah strategis dalam memenuhi standar akreditasi perpustakaan terbaru tahun 2025 yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Salah satu poin krusial dalam penilaian tersebut adalah adanya kerja sama berskala internasional.

“IATUL menjadi pilihan utama karena memiliki jejaring global yang sangat kuat. Anggotanya terdiri dari perguruan tinggi ternama dunia seperti Harvard University, Nanyang Technological University (NTU), Curtin University, hingga University of Edinburgh,” terang Yudi.

Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Perpustakaan UIN SATU bergabung dalam asosiasi internasional tersebut. Menurutnya, penguatan layanan perpustakaan merupakan bagian integral dari transformasi kelembagaan, terutama dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan kampus.

Proses bergabungnya UIN SATU ke dalam IATUL dilakukan melalui tahapan pengajuan administrasi daring dan verifikasi ketat selama satu bulan. Kini, Perpustakaan UIN SATU Tulungagung telah resmi tercatat dengan nomor keanggotaan 798. Dengan keanggotaan ini, sivitas akademika akan mendapatkan akses lebih luas ke program internasional seperti konferensi, seminar, hingga kolaborasi inovasi layanan antarperpustakaan dunia.

Selain penguatan jejaring global, Perpustakaan UIN SATU Tulungagung juga gencar melakukan transformasi digital. Saat ini, sistem sirkulasi buku telah mengadopsi teknologi RFID melalui perangkat Bibliotheca. Teknologi otomasi ini memungkinkan mahasiswa melakukan peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri (self-service).

“Dengan sistem ini, proses sirkulasi menjadi lebih cepat, efisien, dan modern karena hampir seluruhnya tidak lagi bergantung pada petugas,” tambah Kepala Perpustakaan.

Dari sisi fasilitas fisik, pengunjung kini dimanjakan dengan hadirnya Library Skyview di area sisi utara dan selatan gedung yang menawarkan konsep ruang baca terbuka yang segar. Tersedia pula fasilitas pendukung seperti vending machine untuk menambah kenyamanan pengunjung.

Guna mendukung riset dan literasi digital, perpustakaan menghadirkan berbagai platform premium seperti Perlego yang menyediakan jutaan buku dari penerbit internasional, serta Connected Papers untuk memetakan penelitian terdahulu secara visual. Sivitas akademika juga dapat mengakses jurnal internasional melalui ProQuest di seluruh jaringan Wi-Fi kampus, serta memanfaatkan aplikasi e-pustaka berbasis Android untuk referensi koleksi dalam negeri. Seluruh layanan ini disediakan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses sumber belajar berkualitas dunia secara praktis.

Ke depan, pihak perpustakaan akan segera melakukan sosialisasi masif agar seluruh fasilitas dan akses internasional ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa maupun dosen. Dengan bergabungnya UIN SATU dalam IATUL, diharapkan perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu menghadirkan layanan berstandar global dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Vaza Rahma Elina
Skip to content