Medan — Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung) sekaligus Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz turut mengambil bagian sekaligus menjadi narasumber dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (29/01/2026).
Forum berskala nasional tersebut diikuti oleh 58 rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh penjuru Indonesia yang dipusatkan di Hotel Grand City Hall Medan guna menyusun dan menyelaraskan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam agar semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat global.
Rangkaian acara pembukaan turut diwarnai dengan penyampaian sambutan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Phil. Sahiron, bersama Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Prof. Arskal Salim, yang memaparkan evaluasi transformasi kelembagaan PTKIN dari Sekolah Tinggi menjadi Institut maupun Universitas. Keduanya menekankan bahwa transformasi kelembagaan harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta peningkatan kinerja akademik dan non-akademik.
Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Ir. Dr. Khairunas, dalam forum tersebut turut menegaskan bahwa seluruh inovasi dan program transformasi PTKIN harus berlandaskan pada regulasi yang berlaku. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama dalam membangun good university governance yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menekankan pentingnya strategi rebranding PTKIN yang dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Rebranding, menurutnya, tidak boleh dipahami sebatas kegiatan promosi pada momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), melainkan harus menjadi gerakan institusional sepanjang tahun dengan menonjolkan distingsi keilmuan dan keunggulan kompetitif masing-masing kampus.
Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz menegaskan bahwa Forum Rektor PTKIN ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah strategis seluruh PTKIN dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan kompetitif.
Prof. Abd. Aziz, turut menyatakan bahwa arah transformasi PTKIN yang disampaikan para pimpinan Kementerian Agama RI merupakan langkah strategis yang harus dijalankan secara kolektif oleh seluruh PTKIN.
“Rebranding, digitalisasi, dan penguatan tata kelola harus berjalan beriringan agar PTKIN semakin adaptif, berdaya saing, dan tetap berlandaskan integritas serta kepatuhan regulasi,” ujar Prof. Aziz.
Sebagai Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN tahun 2026 menunjukkan tren positif. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem digital PMB PTKIN menjadi komitmen bersama untuk menjamin proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
“Transformasi PMB PTKIN berbasis digital merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam,” pungkasnya.
Melalui Forum Rektor PTKIN ini, Prof. Abd. Aziz berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam mempercepat transformasi kelembagaan, penguatan mutu akademik, serta peningkatan daya saing PTKIN di tingkat nasional maupun global.
