Tulungagung—Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi sarana dan prasarana pendidikan. Langkah ini ditandai dengan dilaksanakannya groundbreaking ceremony pembangunan Gedung Auditorium baru pada Sabtu (04/04/2026). Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas penunjang utama bagi berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Meskipun diguyur hujan sejak awal acara, suasana khidmat tetap menyelimuti prosesi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, undangan, hingga anak-anak yatim. Fenomena alam ini justru dimaknai sebagai simbol keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir mengiringi langkah awal pembangunan fisik kampus tersebut.
Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan gedung auditorium ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan fasilitas yang representatif bagi sivitas akademika.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat memulai pembangunan Gedung Auditorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan akademik, ilmiah, serta kegiatan kemahasiswaan di kampus kita,” ungkap Prof. Aziz.
Pembangunan gedung ini bersumber dari dana Badan Layanan Umum (BLU) UIN Satu Tulungagung. Kehadiran gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon fisik baru, tetapi juga memperkuat daya saing kampus dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan istighosah dan doa bersama. Sebagai bentuk syukur dan kepedulian sosial, pihak universitas juga memberikan santunan kepada 52 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Ikhlas Desa Plosokandang yang diserahkan langsung oleh Rektor.
Momen puncak acara ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Rektor yang didampingi oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Imam Fuadi. Sambil melantunkan sholawat dan basmalah, peletakan batu tersebut secara resmi menandai dimulainya pengerjaan konstruksi di lapangan.
Sebagai penutup rasa syukur, dilakukan pula prosesi pemotongan tumpeng oleh Rektor. Simbolisasi ini membawa harapan besar agar seluruh proses pembangunan dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat luas bagi civitas akademika serta masyarakat sekitar. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan doa, mengakhiri rangkaian seremoni yang berlangsung hangat di tengah suasana hujan yang menyejukkan.
