Launching SATU Swalayan, UIN SATU Tulungagung Perkuat Ekosistem Bisnis dan Kemandirian Kampus

Kontributor:

20260213 launching satu swalayan

Tulungagung — Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung secara resmi meluncurkan SATU Swalayan pada Jumat (13/02/2026) di Gedung Start Up lantai 1 kampus. Peresmian ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat ekosistem bisnis internal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi sivitas akademika melalui pengembangan unit usaha berbasis koperasi yang berorientasi pada layanan, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Peluncuran SATU Swalayan juga merupakan salah satu bentuk optimalisasi aset kampus sebagaimana arahan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Optimalisasi ini diarahkan untuk memastikan aset kampus memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat langsung bagi sivitas akademika dan masyarakat umum .

Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran SATU Swalayan merupakan bagian dari transformasi penguatan ekosistem bisnis kampus yang dikelola secara kolektif sebagai ruang pemberdayaan dan kemandirian sivitas akademika.

Menurutnya, pemilihan nama “SATU Swalayan” merepresentasikan fungsi serta orientasi layanan yang dihadirkan. Konsep swalayan dimaknai sebagai semangat melayani kebutuhan internal kampus terlebih dahulu, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni.

Ia menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa aktif kampus saat ini mencapai sekitar 22.000 orang. Jika ditambah dosen, tenaga kependidikan, keluarga, serta jejaring alumni, potensi pangsa pasar internal dinilai sangat besar. Dengan basis komunitas tersebut, swalayan diproyeksikan menjadi simpul perputaran ekonomi internal yang kuat dan berkelanjutan.

SATU Swalayan mengusung konsep ritel modern berbasis kemitraan konsinyasi (titip jual). Skema ini membuka kesempatan bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk memasarkan produk mereka melalui sistem yang terkurasi dan profesional. Setiap produk yang dipasarkan melalui proses seleksi kualitas, kelayakan, serta standar kemasan agar mampu bersaing dan memiliki nilai jual optimal.

Selain itu, transaksi pembayaran di SATU Swalayan dapat dilakukan secara tunai maupun non tunai untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas layanan bagi pengguna.

Lebih dari sekadar pusat transaksi, SATU Swalayan diarahkan sebagai laboratorium kewirausahaan kampus. Mahasiswa dan alumni dapat memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen produk, strategi pemasaran, hingga evaluasi penjualan. Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan budaya bisnis yang profesional dan adaptif di lingkungan kampus.

Rektor menekankan pentingnya partisipasi bersama dalam menggerakkan roda ekonomi swalayan. Ia mencontohkan, apabila setiap anggota sivitas berbelanja rata-rata Rp100.000 per bulan, maka perputaran ekonomi yang tercipta akan sangat signifikan.

“Ini konsep sederhana: dari kita, untuk kita, dan kembali ke kita. Jika dijalankan bersama, insyaallah akan berkembang,” tegasnya.

Kegiatan launching dihadiri oleh Ketua Senat, para pejabat akademik, dan pejabat struktural di lingkungan kampus. Dari pihak eksternal, turut hadir Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan unit usaha berbasis koperasi dan pemberdayaan ekonomi kampus.

Ke depan, SATU Swalayan akan terus menyesuaikan ketersediaan produk dengan kebutuhan utama sivitas akademika, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk kreatif komunitas kampus. Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian, unit usaha ini diharapkan menjadi model pengembangan bisnis kampus yang inklusif, produktif, dan memberikan manfaat luas.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Abiyyu Abbiyyu
Skip to content