Rektor: Pagar Paling Aman di Dunia adalah Al-Qur’an

Kontributor:

Tulungagung—Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung), Abd. Aziz menyampaikan pesan bahwa pagar paling aman dalam menjalani kehidupan di dunia ini adalah Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikan dalam Khotmil Al-Qur’an Akbar bersama dengan Madrasah Diniyah UIN SATU yang digelar oleh Ma’had Al-Jami’ah UIN SATU Tulungagung pada Senin pagi (13/05/24).

“Yo rapopo Moco wa, rapopo baca berita-berita yang ada di media massa, tapi Qur’an ini jangan sampai ditinggal setiap hari. Rakitan sedilut, biar gak lupa kita dengan pedoman kita. Dan saya meyakini, bahwa pagar di dunia di era digital ini adalah Al-Qur’an, sehingga program yang sudah jalan bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya rektor juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah berkumpul memadati Masjid.

“Terima kasih atas kegiatan yang luar biasa ini, tentu saya meyakini 60-70% belum sarapan. Ini artinya kita lebih mengedepankan makanan rohani dibandingkan dengan jasmani,” kata Rektor. Hal ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para mahasantri.

Rektor menegaskan bahwa acara ini bukan hanya semata-mata untuk menghadapi ujian akhir semester maupun akreditasi, tetapi tujuan yang paling utama adalah membiasakan Mahasiswa UIN SATU untuk membaca Al-Qur’an.

“Ini memang dalam rangka menghadapi ujian akhir semester, mau menghadapi akreditasi, tapi tujuan utama tidak pada itu, tapi bagaimana kita ini Mahasiswa UIN sebisa mungkin walau satu ayat dibiasakan setiap hari,” tegas Rektor.

Dalam hal ini, Rektor turut menegaskan bahwa Mahasiswa tidak hanya butuh penguatan akademik, tetapi juga penguatan spiritualitas menjadi sangat penting. Rektor meyakini, Al-Qur’an adalah pagar paling aman dalam kehidupan.

Sebelum penutup, Rektor mengingatkan kepada dosen-pengajar mahasantri UIN SATU untuk kembali menghidupkan program hafalan surat-surat pendek dan pemahaman terkait moderasi untuk menjadi modal bagi para Mahasiswa (mahasantri) UIN SATU.

“Dulu kami memprogramkan setiap mau awal pelajaran, pasti kita wajibkan menghafal surat-surat pendek. Saya berharap tradisi-tradisi itu ditumbuh kembangkan kembali, sampean yang jadi Himasal, LP Ma’arif, Jami’atul Quro’. Apa gunanya sampean disini tapi tidak pernah ditularkan kepada mahasiswa. Hafalan surat surat pendek. Ini menjadi sangat penting untuk menjadi modal mereka dan berikan modal kepada mereka dengan pemahaman pemahaman terkait moderasi,” kata Rektor.

Sebelum itu, Mudhir Ma’had Al-Jami’ah, Zuhri, acara ini digelar semata-mata sebagai bentuk wujud mengharap ridho Allah SWT, sebelum menghadapi ujian semester akhir.

“Alhamdulillah pada kesempatan pagi ini kita bisa melaksanakan khotmil Qur’an dan dzikir akbar. Mudah-mudahan apa yang menjadi niatan kita, terutama kita akan melaksanakan ujian akhir semester, semoga diberi kemudahan oleh Allah SWT, diberi nilai terbaik,” tutur Zuhri, Ketua Mu’dir Ma’had Al-Jami’ah.

Dia menegaskan bahwa acara Khotmil Qur’an dan Dzikir Akbar ini adalah sebagai bentuk perantara dalam meminta kemudahan kepada Allah SWT.

“Kita ini perlu riyadhoh dan istikharah untuk menuju kesuksesan apa saja. Karena kita selain memanjatkan pada Allah dengan jalan apapun, terutama pada kesempatan ini. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk menuju tatanan yang lebih baik bagi kita semua,” tegasnya.

Skip to content