Rektor UIN SATU: Langkah Sekjen Kemenag Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Adalah Fondasi Pendidikan Berkualitas

Kontributor:

Sekeknd Kemenag RI 02

Tulungagung – Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap komitmen Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI, Prof. Kamaruddin Amin, M.A., dalam membenahi tata kelola serta meningkatkan kesejahteraan guru agama dan madrasah.

Menurut Prof. Abd. Aziz, keseriusan Kemenag dalam memperjuangkan kenaikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan akselerasi sertifikasi guru merupakan langkah konkret yang sangat dinantikan oleh para pendidik di seluruh Indonesia.

“Kami di UIN SATU Tulungagung sangat mendukung kebijakan Prof. Kamaruddin Amin. Pembenahan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama untuk melahirkan generasi emas yang kompetitif dan berakhlakul karimah,” ujar Prof. Abd. Aziz di Kampus UIN SATU Tulungagung, Minggu (1/2/2026).

Visi Besar untuk Pendidikan Islam

Rektor menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak transformasi pendidikan. Dengan adanya kepastian kesejahteraan, seperti kenaikan TPG dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta dan percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG), guru dapat lebih fokus pada inovasi pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.

“Pernyataan Pak Sekjen mengenai akselerasi sertifikasi bagi lebih dari 400 ribu guru madrasah yang belum tersertifikasi menunjukkan bahwa Kemenag tidak hanya bicara, tapi bekerja dengan data dan empati. Ini adalah bentuk afirmasi nyata bagi para guru, baik di madrasah swasta maupun guru agama di sekolah umum,” tambahnya.

Dukungan Transformasi Tata Kelola

Terkait tata kelola rekrutmen guru non-ASN, Prof. Abd. Aziz menilai koordinasi intensif yang ditekankan oleh Sekjen Kemenag dengan berbagai kementerian terkait (Kemenko PMK, Bappenas, dan Kemenkeu) adalah strategi cerdas untuk memastikan keberlanjutan karir para guru.

“Tata kelola yang tertib melalui sistem seperti SIMPATIKA akan memudahkan pendataan dan pemberian hak-hak guru secara tepat sasaran. Kami di perguruan tinggi siap bersinergi, terutama dalam mendukung pelaksanaan PPG bagi guru-guru yang menjadi prioritas Kemenag tahun ini,” tegasnya.

Prof. Abd. Aziz berharap, langkah strategis yang diambil Sekjen Kemenag ini terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Agama.

“Semangat yang dibawa Pak Sekjen adalah semangat memuliakan guru. Jika guru mulia dan sejahtera, maka kualitas pendidikan agama kita akan melompat lebih tinggi,” pungkasnya.

Photographer: Diky Mohamad Fauzi
Skip to content