Tulungagung—UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi sarana dan prasarana pendidikan. Langkah ini ditandai dengan dilaksanakannya grand opening SATU Foodcourt pada Senin (6/4/2026).
Pembukaan SATU Foodcourt sebagai smart kantin yang mengusung konsep layanan kuliner modern berbasis digital. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam memesan makanan sekaligus menjadi sarana edukasi penggunaan sistem pembayaran QRIS di lingkungan kampus.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama dipimpin oleh ketua senat, Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag. Suasana semakin khidmat dengan lantunan adzan pembukaan sebelum memasuki rangkaian acara inti.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas baru tersebut. Ia menyebut bahwa Satu Foodcourt menjadi ruang baru bagi mahasiswa dan warga kampus untuk menikmati suasana yang nyaman sekaligus mendapatkan layanan kuliner yang lebih tertata.
“Alhamdulillah pada pagi ini kita bisa menikmati suasana baru di Satu Foodcourt yang pada hari ini siap untuk kita buka,” ujar Prof. Aziz.
Rektor menjelaskan bahwa konsep smart kantin ini tidak hanya dirancang sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi civitas akademika dalam pemanfaatan teknologi digital. Seluruh transaksi di SATU Foodcourt telah mengutamakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Meskipun demikian, pembayaran secara tunai tetap difasilitasi melalui kasir sebagai alternatif. Namun, seluruh transaksi tetap dilakukan secara real-time tanpa adanya pencatatan manual maupun mekanisme pembayaran tertunda, sehingga sistem keuangan berjalan lebih tertib, terkontrol, dan akuntabel.
Menurutnya, penggunaan QRIS juga menjadi bentuk dukungan terhadap produk teknologi dalam negeri. Melalui sistem tersebut, proses pemesanan dan pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.
Selain kemudahan layanan, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama. Terdapat tujuh tenant yang telah melalui proses seleksi dan audisi sebelum mendapatkan izin untuk beroperasi di Satu Foodcourt. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga serta memenuhi standar kesehatan dan kehalalan.
Rektor juga berharap keberadaan Satu Foodcourt dapat menjadi pusat kuliner baru di lingkungan kampus. Dengan konsep yang nyaman dan pemandangan yang mendukung, tempat ini diproyeksikan menjadi destinasi favorit mahasiswa dalam beberapa tahun ke depan.
Tidak hanya bagi civitas akademika, Satu Foodcourt juga dapat menjadi alternatif tempat bagi tamu kampus yang ingin menikmati hidangan tanpa harus keluar dari area universitas.
Peresmian ini menjadi salah satu langkah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam menghadirkan fasilitas kampus yang inovatif, modern, serta mendukung digitalisasi layanan di lingkungan perguruan tinggi.
