Tulungagung — Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung kembali menghadirkan inovasi fasilitas melalui peresmian SATU Coffee yang berlokasi di Gedung Startup/Pusat Bisnis lantai 2. Kehadiran kafe ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan ruang yang nyaman sekaligus mendukung aktivitas akademik dan pengembangan ide mahasiswa.
Peresmian SATU Coffee berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme sivitas akademika. Fasilitas ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang bersama yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, serta mengembangkan gagasan secara lebih leluasa.
Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd Aziz, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pusat Bisnis UIN SATU Tulungagung atas inisiatif menghadirkan SATU Coffee. Menurutnya, kehadiran kafe ini merupakan langkah lanjutan dalam pengembangan unit usaha kampus setelah sebelumnya diluncurkannya Satu Swalayan.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Pusat Bisnis yang telah menghadirkan SATU Coffee. Ini merupakan langkah lanjutan setelah Satu Swalayan yang telah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, SATU Coffee diharapkan menjadi ruang yang dekat dengan mahasiswa, tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai ruang produktif yang mampu mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
“Tempat ini sesungguhnya adalah ruang kerja kita bersama. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga mengembangkan ide-ide kreatif,” imbuhnya.
Seiring berkembangnya budaya ngopi di kalangan generasi muda, kehadiran SATU Coffee dinilai relevan dengan gaya hidup mahasiswa saat ini. Namun demikian, pemanfaatan fasilitas ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas santai, melainkan mampu mendorong produktivitas dan kolaborasi.
Momentum peresmian ini sekaligus menjadi upaya memperkuat budaya akademik yang terbuka dan interaktif di lingkungan kampus. Melalui ruang seperti SATU Coffee, mahasiswa diharapkan dapat saling bertukar gagasan, membangun jejaring, serta melahirkan pemikiran yang solutif terhadap berbagai persoalan.
“Mudah-mudahan dari tempat ini lahir ide-ide, gagasan, serta solusi atas berbagai problem yang ada. Peran mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berpikir dan memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dinamika dalam proses pembelajaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Tantangan dan kesulitan yang dihadapi justru menjadi sarana pembentukan karakter dan kedewasaan.
“Ketika merasa pusing atau menghadapi kesulitan, itu adalah bagian dari proses sebagai mahasiswa. Dari situlah pembelajaran dan kedewasaan akan tumbuh,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya SATU Coffee, UIN SATU Tulungagung berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang yang mendukung produktivitas sekaligus kenyamanan mahasiswa. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, dan inovasi di lingkungan kampus.
