UIN SATU Tandatangani PKS Beasiswa LPPD Pemprov Jatim 2026, Terima Kuota 15 Mahasiswa Doktor

Kontributor:

202060610 PKs LPPD Pemprov Jatim

Surabaya – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung kembali memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Launching dan Sosialisasi Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk, Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., hadir secara langsung dan menandatangani perjanjian kerja sama pelaksanaan program beasiswa jenjang Doktor (S3) bersama LPPD Provinsi Jawa Timur. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan santunan anak yatim yang diiringi selawat nabi (Mahallul Qiyam), pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, serta peluncuran resmi Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang ditandai dengan penekanan layar LED oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., didampingi Ketua LPPD dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Dalam laporannya, Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A., menyampaikan bahwa Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dirancang untuk menjangkau 1.100 mahasiswa dan mahasantri penerima beasiswa pada jenjang Sarjana (S1 dan M1), Magister (S2 dan M2), hingga Doktor (S3). Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan 64 perguruan tinggi di Jawa Timur serta Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Prof. Halim menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan pesantren. Dari 93 Ma’had Aly yang ada di Indonesia, sebanyak 40 berada di Jawa Timur. Sementara itu, untuk jenjang Magister Ma’had Aly (Marhalah Tsaniyah/M2), Jawa Timur memiliki tiga dari empat lembaga yang ada secara nasional. Menurutnya, penguatan sektor pendidikan pesantren menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi masa depan yang mampu bersaing di tingkat global. Ia mengutip pandangan ilmuwan dan diplomat asal Singapura, Kishore Mahbubani, mengenai pergeseran pusat peradaban dunia menuju kawasan Asia. Menurutnya, Jawa Timur harus mampu mengambil peran dalam proses tersebut melalui penguatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Sebagai bentuk penguatan program, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pengembangan skema beasiswa. Jika pada awalnya hanya mencakup jenjang Sarjana (S1), program tersebut kemudian berkembang ke jenjang Magister (S2), Doktor (S3), hingga program khusus ke Universitas Al-Azhar Kairo. Pada tahun 2026, cakupan program semakin diperluas melalui beasiswa bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, dan Universitas Jember.

Bagi UIN SATU Tulungagung, kerja sama ini bukanlah yang pertama. Sejak tahun 2019 hingga 2025, UIN SATU telah menerima sebanyak 80 mahasiswa penerima Beasiswa LPPD pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sarjana hingga Doktor. Dari program tersebut, UIN SATU juga berhasil meluluskan delapan doktor penerima Beasiswa LPPD yang kini berkiprah di berbagai bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap UIN SATU kembali meningkat pada tahun 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kampus menerima kuota yang lebih terbatas, tahun ini UIN SATU memperoleh kuota sebanyak 15 mahasiswa Program Doktor (S3). Peningkatan tersebut menjadi bukti kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan pascasarjana di lingkungan UIN SATU Tulungagung.

Rektor UIN SATU Tulungagung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan LPPD kepada UIN SATU sebagai salah satu perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa. Menurutnya, program ini merupakan peluang strategis untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. UIN SATU berkomitmen mengawal pelaksanaan program secara optimal dan akuntabel agar mampu melahirkan lulusan doktor yang unggul, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan kemajuan pendidikan tinggi Islam,” ujarnya.

Melalui kerja sama yang terus berlanjut ini, UIN SATU Tulungagung berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam, riset, dan pengabdian masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Jawa Timur yang unggul, berdaya saing global, dan berakhlakul karimah.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Ulil Abshor
Skip to content