Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung kembali dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026. Program yang dijadwalkan berlangsung pada 17–25 Juni 2026 ini resmi dibuka pada Rabu (17/6/2026) di Crown Victoria Hotel Tulungagung, diikuti oleh 314 dosen dari 31 perguruan tinggi di wilayah Karesidenan Kediri, Ponorogo, Madiun, Bojonegoro, hingga Tuban.
Acara pembukaan berlangsung khidmat. Setelah registrasi peserta, acara dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Agenda inti kemudian dimulai dengan laporan ketua panitia, arahan Rektor, dan ditutup dengan pembacaan doa.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini UIN SATU kembali memperoleh kepercayaan sebagai penyelenggara PKDP — bahkan menempati peringkat ketiga secara nasional berdasarkan jumlah peserta. Sebanyak 314 dosen pemula dari 31 perguruan tinggi negeri maupun swasta turut serta dalam program ini.
Menurut Prof. Agus, PKDP bukan program biasa. Ia menegaskan bahwa ini adalah program strategis untuk mempersiapkan dosen pemula agar mampu melaksanakan tridarma perguruan tinggi secara profesional — mencakup empat kompetensi utama: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
“Melalui PKDP ini kami berharap para dosen pemula memperoleh bekal yang memadai sehingga mampu menjalankan tugas sebagai pendidik profesional sesuai standar nasional pendidikan tinggi,” ujarnya.
Rektor UIN SATU Tulungagung kemudian secara resmi membuka PKDP 2026. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada UIN SATU. Baginya, hal itu bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan bukti nyata komitmen UIN SATU dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.
Rektor juga mengingatkan para peserta bahwa PKDP bukan ajang untuk sekadar mengantongi sertifikat.
“Dosen bukan hanya bertugas mengajar di kelas, tetapi juga mendidik, membimbing, melakukan penelitian, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi teladan bagi mahasiswa. Karena itu, kompetensi dosen harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan disiplin dan sungguh-sungguh, agar apa yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan di perguruan tinggi masing-masing.
Melalui penyelenggaraan PKDP 2026 yang berlangsung selama sembilan hari ini, UIN SATU sekali lagi membuktikan perannya yang tidak kecil dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional. Kepercayaan sebagai penyelenggara terbesar ketiga secara nasional bukan sekadar angka — ini adalah cerminan dari kerja panjang dan konsisten dalam mencetak dosen yang profesional, adaptif, dan siap bersaing.
