Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Cakrawala Intelektual Mengawal Peradaban Digital”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, kemahasiswaan, serta lingkungan UIN SATU Tulungagung.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Galang Arsya Mahardika. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Mudir Ma’had Al Jamiah, Dr. H. Zuhri, S.Ag., M.Si.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Senat UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. KH. Imam Fu’adi, M.Ag. Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki suasana akademik yang berbeda dengan jenjang sekolah.
Menurutnya, mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur proses pendidikan dan menentukan keberhasilan studinya. Karena itu, mahasiswa perlu menata niat sejak awal untuk benar-benar menuntut ilmu dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Tujuan utama Saudara satu, apa itu? Menuntut ilmu,” pesannya.
Ia juga mengajak mahasiswa menjadikan kampus sebagai laboratorium untuk mengembangkan kemampuan. Setiap mahasiswa diharapkan memanfaatkan lingkungan kampus untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari, baik bahasa, keislaman maupun berbagai disiplin ilmu sesuai program studi masing-masing.
Pesan tersebut dilanjutkan oleh Ketua Pelaksana PBAK 2026, Bilqis Nasikha, yang menyampaikan bahwa PBAK tahun ini diikuti 4.038 mahasiswa. Pelaksanaan PBAK berlangsung pada 24–25 Agustus dan 26–27 Agustus 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bekal awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian PBAK akan ditutup melalui kegiatan inagurasi pada 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan bakat, minat, kreativitas, dan potensi mahasiswa.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN SATU Tulungagung, Roki Wildana Au Jauhar, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan amanah yang tidak boleh disia-siakan, mengingat perjuangan orang tua dalam memberikan dukungan pendidikan.
“Kesempatan ini jangan kalian sia-siakan. Di luar sana orang tua kalian yang mencari harta hanya untuk kalian bisa belajar di sini,” pesannya.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi mampu mengamalkannya dan memiliki keberpihakan terhadap kemaslahatan masyarakat. Mahasiswa, menurutnya, memiliki peran penting dalam menyuarakan persoalan masyarakat dan menjadi bagian dari perubahan bangsa.
Memasuki sesi berikutnya, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, menyampaikan ucapan selamat kepada 4.038 mahasiswa baru yang berhasil bergabung dengan UIN SATU Tulungagung. Ia menyebut para mahasiswa baru sebagai bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Rektor menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat lebih dari 4.000 mahasiswa yang sedang berproses menjadi bagian dari UIN SATU Tulungagung. Jumlah tersebut menjadi salah satu bukti masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus yang dikenal sebagai Kampus Dakwah dan Peradaban.
Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa masuk perguruan tinggi berarti mengalami perubahan dari siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut harus diikuti dengan perubahan pola pikir, kemandirian, serta kesungguhan dalam belajar.
“Saudara sudah melakukan transformasi dari siswa menjadi mahasiswa. Untuk itu Saudara harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Rektor menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya menguasai hard skill, tetapi juga memperkuat soft skill. Kemampuan seperti kejujuran, akhlak mulia, integritas, keadilan, dan kemampuan membangun relasi dengan sesama menjadi bekal yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Menurutnya, mahasiswa UIN SATU memiliki keunggulan karena pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai keislaman.
Rektor juga meminta mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mandiri, aktif mencari pengetahuan, serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus. Mahasiswa diharapkan tidak menjadi pribadi yang pasif atau “mlemprem”, melainkan memiliki semangat belajar, inovasi, integritas, dan keberanian untuk berkembang.
Selain itu, Rektor menyampaikan bahwa UIN SATU Tulungagung terus melakukan pembenahan dalam bidang sarana prasarana maupun manajemen. Kampus telah memperoleh predikat Unggul dalam akreditasi perguruan tinggi serta memiliki pengakuan ISO dalam aspek manajerial.
Menutup sambutannya, Rektor menitipkan mahasiswa baru kepada seluruh fakultas agar dapat dididik menjadi mahasiswa yang unggul dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah asal masing-masing.
Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, PBAK UIN SATU Tulungagung Tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor melalui pemencetan tombol simbolis. Prosesi tersebut menandai dimulainya rangkaian PBAK dengan tema “Cakrawala Intelektual Mengawal Peradaban Digital”.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan kartu identitas (ID card) dan pemakaian jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor UIN SATU Tulungagung. Penyematan tersebut menjadi tanda resmi bergabungnya mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kemahasiswaan, mengembangkan potensi diri, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses belajar dan menciptakan perubahan. Dengan bekal intelektual, karakter, dan nilai keislaman, mahasiswa baru UIN SATU Tulungagung diharapkan mampu menjadi generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
