Lepas 4.108 Mahasiswa KKN 2026 di Taman Widya Krida, Rektor Tekankan Akhlak, Kolaborasi, dan Keselamatan

Kontributor:

20260713 Pelepasan KKN

Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung secara resmi melepas 4.108 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam sebuah apel pemberangkatan yang digelar di Lapangan Widya Krida sebelah Timur Gedung Laboratorium, pada Selasa (15/07/2026). KKN tahun ini mengusung tema “Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan” dan akan berlangsung selama 35 hari, mulai 15 Juli hingga 21 Agustus 2026.

Sebanyak 4.108 mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Tahun 2026 akan disebar di 142 desa yang tersebar di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, didampingi 115 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Selain KKN reguler, UIN SATU juga menyelenggarakan KKN Inklusi, KKN Selingkar Kampus, KKN Persemakmuran di Ponorogo, serta KKN Eksternal di Banten sebagai wujud komitmen kampus dalam memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran LP2M yang telah mempersiapkan pelaksanaan KKN dengan maksimal. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua LP2M Prof. Ngainun Naim beserta jajaran yang telah mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menjelaskan makna Lapangan Widya Krida yang menjadi lokasi pelepasan mahasiswa KKN. Menurutnya, nama tersebut bukan sekadar identitas, melainkan memiliki filosofi sebagai ruang yang menyatukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa.

“Saya memberi nama lapangan ini Widya Krida. Artinya, tempat ini menjadi ruang bertemunya ilmu pengetahuan, kreasi, dan karya mahasiswa,” ujar Rektor.

Rektor kemudian menitipkan pesan kepada seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar benar-benar menjalankan fungsi pembimbingan selama mahasiswa berada di lokasi KKN. Ia meminta para DPL aktif melakukan koordinasi, pengawasan, serta memastikan keselamatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

“Saya titip kepada para DPL, tolong jaga anak-anak ini, arahkan, bimbing, dan pastikan keselamatan mereka. Mereka akan terjun langsung ke masyarakat dengan pengalaman yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya,” pesan Rektor.

Ia juga memberikan jaminan kepada mahasiswa agar tidak ragu melapor kepada LP2M apabila terdapat kendala dalam proses pembimbingan.

“Kalau sampai ada DPL yang tidak hadir atau tidak menjalankan tugas pembimbingannya, silakan laporkan kepada LP2M. Tidak perlu takut, kalian berada di bawah perlindungan rektor,” tekan Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz menekankan bahwa mahasiswa KKN merupakan duta UIN SATU Tulungagung di tengah masyarakat. Karena itu, menjaga nama baik almamater harus menjadi prioritas utama, bahkan lebih penting daripada keberhasilan program kerja yang dijalankan.

“Saya minta jangan melampaui batas dalam pergaulan, jangan lupa menjaga ibadah, terutama salat, serta tunjukkan akhlak yang baik di mana pun berada,” pesannya.

Selain menjaga akhlak, Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa tidak datang ke desa dengan sikap merasa paling tahu. Ia menegaskan bahwa masyarakat desa memiliki pengalaman, tradisi, dan kearifan lokal yang tidak selalu sama dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah.

“Jangan sekali-kali datang ke desa untuk menggurui. Kalian datang untuk berkolaborasi. Desa adalah laboratorium kehidupan yang sesungguhnya, kalian hanya berada di sana selama 35 hari,” tekan Rektor.

Dalam bidang kesehatan, Prof. Abd. Aziz juga menaruh perhatian besar terhadap keselamatan mahasiswa selama menjalankan KKN. Ia mengungkapkan bahwa pihak kampus telah melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan sebagai bentuk perlindungan bagi peserta KKN apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kesehatan adalah nomor satu. Kami telah berdiskusi panjang dengan BPJS agar selama pelaksanaan KKN mahasiswa memperoleh perlindungan kesehatan. Ini bukan bentuk pemaksaan, tetapi ikhtiar kampus untuk memberikan jaminan keselamatan selama menjalankan pengabdian.”

Rektor turut mengajak seluruh mahasiswa meluruskan niat pengabdian dan memanfaatkan KKN sebagai pengalaman hidup yang tidak akan diperoleh di ruang perkuliahan.

“Berangkatlah dengan niat yang baik. Jagalah nama baik almamater, hormati masyarakat, dan pulanglah nanti dengan membawa pengalaman berharga yang tidak akan kalian temukan di tempat lain,” pangkas Rektor.

Dengan semangat kolaborasi, literasi digital, dan pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Muhlasin
Skip to content