Penerima BIB di Monash University, Salwa Sampaikan Pesan Haru di Wisuda ke-54 UIN SATU

Kontributor:

20260812 wisuda 54 Salwa

Tulungagung—Wisuda ke-54 UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung berlangsung haru. Salwa Sauda Salsabila, perwakilan wisudawan sekaligus penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang kini melanjutkan studi di Monash University, Australia, menyampaikan pesan yang menyentuh banyak hati.

Dalam sambutannya, Salwa mengajak seluruh wisudawan mengenang kembali perjalanan panjang selama menempuh pendidikan. Ia bilang, setiap lulusan punya cerita dan perjuangan yang berbeda-beda. Mulai dari keterbatasan ekonomi, keraguan terhadap diri sendiri, sampai perjuangan bertahan di tengah berbagai tantangan.

Namun di balik semua perjuangan itu, ada sosok orang tua yang tak pernah berhenti memberi dukungan. Menurut Salwa, keberhasilan hari itu bukan cuma kebahagiaan para lulusan, tapi juga kemenangan bagi orang tua yang telah berkorban dan mendoakan anak-anaknya.

“Hari ini bukan hanya hari kebahagiaan bagi kami, tetapi hari ini adalah hari kemenangan bagi orang tua kami,” ujar Salwa.

Gelar untuk Orang Tua yang Sudah Tiada

Salwa mengajak para wisudawan untuk tidak menyia-nyiakan momen ini mengucapkan terima kasih kepada orang tua mereka. Ia juga menyelipkan pesan khusus untuk mereka yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

Menurutnya, meski sosok orang tua tak lagi ada di samping mereka, cinta dan doa itu akan selalu menyertai perjalanan hidup sang anak.

“Sesungguhnya ada nama ayah dan ibu yang tidak pernah tertulis di ijazah kami, tetapi selalu ada di pencapaian kami. Gelar ini untuk kalian,” tutur Salwa, yang langsung disambut haru para wisudawan.

Bekal Setelah Lulus Tak Hanya dari Ruang Kelas

Salwa menegaskan, pengalaman selama kuliah tidak melulu soal materi di ruang kelas. Organisasi, penelitian, kompetisi, pengabdian masyarakat, hingga kewirausahaan turut membentuk diri mahasiswa dan menjadi bekal setelah lulus nanti.

Ia menekankan, ilmu semestinya tidak berhenti begitu seseorang menyandang gelar akademik. Justru setelah wisuda, tanggung jawab untuk terus belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain jadi semakin besar.

Ibarat Ikan Salmon

Ada satu momen menarik dalam sambutan Salwa. Ia menggambarkan perjalanan para lulusan usai wisuda layaknya ikan salmon, yang mampu menempuh perjalanan jauh dan melawan arus, tapi tetap ingat jalan pulang ke tempat asalnya.

“Kita adalah bagian dari UIN SATU Tulungagung. Maka mari kita bawa nama baik almamater ini melalui karya dan kontribusi kita,” katanya.

Di ujung sambutan, Salwa juga berterima kasih kepada seluruh dosen yang telah mendidik dan membimbing mahasiswa selama masa kuliah. Ia berharap para lulusan bisa menjadi pribadi yang tak hanya sukses secara akademik dan profesional, tapi juga berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Lulus bukan berarti berhenti belajar. Lulus berarti kita mulai belajar dengan cara yang berbeda,” pungkas Salwa menutup sambutannya.

Pesan Salwa pun jadi pengingat bagi seluruh wisudawan: gelar yang mereka peroleh bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah untuk terus membawa ilmu dan manfaat bagi sesama, sekaligus menjaga nama baik UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di mana pun mereka berada.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Intan Dwi Asiani
Skip to content