Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung) menggelar pelaksanaan pada Rabu (15/7/2026). Sebanyak 500 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan Sarjana dan program pascasarjana dalam prosesi yang diselenggarakan secara serentak di tiga gedung, yakni Gedung Arief Mustaqiem, Gedung Syaifudin Zuhri, dan Gedung Prajnaparamita.
Pada Wisuda ke-53 ini, UIN SATU Tulungagung berhasil mengukuhkan 500 lulusan yang terdiri atas 462 lulusan Program Sarjana (S1) dengan rincian, 89 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 110 wisudawan dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, 139 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta 124 wisudawan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Sementara dari jenjang Pascasarjana, sebanyak 38 orang dikukuhkan terdiri dari 25 lulusan Magister (S2) dan 13 lulusan Doktor (S3).
Momen wisuda tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Dies Natalis ke-58 UIN SATU Tulungagung, menjadi simbol perjalanan panjang sekaligus komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang unggul, berakhlak, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan beserta keluarga yang telah mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi.
Rektor menegaskan bahwa usia ke-58 menjadi momentum bagi UIN SATU untuk terus memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan program studi unggul sekaligus memperluas kontribusi nyata kepada masyarakat.
“UIN SATU selalu berkomitmen mengembangkan program studi unggul dan menjadi kampus yang semakin berdampak. Semangat itu terus kami jaga sebagai komitmen seluruh civitas akademika,” sambut Rektor.
Ia menjelaskan, Wisuda ke-53 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 UIN SATU Tulungagung. Sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari shalawat bersama yang diprakarsai Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN SATU hingga Gelar Karya Guru Besar yang akan digelar pada akhir Juli 2026. Selain itu, kampus juga akan menyelenggarakan seminar internasional bertema penguatan Islam Jawa.
Dalam momen wisuda kali ini, Rektor turut menyoroti keberhasilan mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum yang mengajukan permohonan pengujian undang-undang ke Mahkamah Konstitusi terkait keterwakilan perempuan di legislatif yang kemudian dikabulkan.
“Ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN SATU mampu memberikan kontribusi terhadap kebijakan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak hanya menjadi milik para lulusan, melainkan juga merupakan buah perjuangan orang tua yang telah memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan selama proses pendidikan.
“Hakikatnya yang memperoleh gelar hari ini bukan hanya saudara, tetapi juga bapak dan ibu yang telah mengantarkan putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wali wisudawan. Semoga menjadi amal jariyah bagi bapak dan ibu sekalian,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama UIN SATU Tulungagung melalui berbagai program pembinaan, termasuk Madrasah Diniyah (Madin) yang wajib diikuti mahasiswa baru.
“Mulai masuk pukul tujuh pagi untuk mengikuti Madin merupakan ikhtiar kampus membentuk akhlakul karimah. Mungkin hanya berlangsung satu semester, tetapi nilai dan manfaatnya setara dengan delapan semester karena membangun karakter yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rektor mengembalikan tanggung jawab para lulusan kepada orang tua sekaligus membuka peluang bagi alumni untuk terus melanjutkan pendidikan di UIN SATU Tulungagung.
“Mulai detik ini saya kembalikan putra-putri bapak dan ibu ke pangkuan keluarga. Apabila masih ingin melanjutkan pendidikan, UIN SATU telah menyediakan berbagai program magister dan doktor. Kami juga membuka jalur RPL pada 45 program studi,” jelasnya.
Menurutnya, pembukaan jalur RPL merupakan salah satu bentuk komitmen UIN SATU dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan bangsa.
Selain itu, Prof. Abd. Aziz menyampaikan bahwa UIN SATU terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana. Salah satunya adalah pembangunan auditorium beserta area parkir representatif yang ditargetkan selesai tahun ini untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, termasuk pelaksanaan wisuda pada masa mendatang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fasilitas fisik bukanlah tujuan utama.
“Bukan hanya gedung yang kita bangun, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang saudara peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Teruslah belajar, jaga nama baik almamater, dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah dicapai,” pesan Rektor.
Di akhir sambutan, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk senantiasa menghormati kedua orang tua sebagai kunci keberkahan ilmu dan kesuksesan hidup.
“Keberhasilan kalian merupakan hasil doa, perjuangan, dan keikhlasan mereka. Semoga dengan ridha orang tua, ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan mengantarkan kalian menuju kesuksesan,” tuturnya.
Ia pun menutup sambutan dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wisudawan dan wali wisudawan atas segala kekurangan selama proses pendidikan, sekaligus berharap hubungan antara kampus dan alumni tetap terjalin erat.
“Bagi kami tidak ada istilah mantan mahasiswa. Kalian akan tetap menjadi anak-anak kami, dan para dosen akan tetap menjadi guru hingga kapan pun. Mari terus bersinergi, saling mendoakan, dan bersama-sama membawa nama baik UIN SATU Tulungagung di tengah masyarakat,” tutup Rektor.
Prosesi ini menjadi momentum lahirnya generasi baru alumni UIN SATU yang diharapkan mampu menjadi insan berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap perubahan, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
