Rektor UIN SATU Laporkan Capaian dan Hasil Evaluasi UM-PTKIN 2026 dalam Forum Nasional PTKIN

Kontributor:

0R9A7777 1

Tulungagung— Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung sekaligus Ketua Panitia Nasional SPAN-UMPTKIN dan UM-PTKIN 2026, Prof. Abdul Aziz, melaporkan capaian serta hasil evaluasi pelaksanaan UM-PTKIN 2026 dalam kegiatan Evaluasi Pendaftaran UM-PTKIN 2026 yang dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, Forum Rektor PTKIN, serta para pimpinan PTKIN se-Indonesia di Lapangan Padel Timur UIN SATU Tulungagung, Minggu (7/6/2026).

Dalam laporannya, Prof. Abdul Aziz menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Sahiron, M.A., Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharuddin, serta sekitar 50 rektor dan ketua PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir dalam forum evaluasi tersebut.

“Kehadiran para pimpinan PTKIN dan jajaran Kementerian Agama menjadi penguat bagi panitia nasional sekaligus menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru PTKIN,” ujarnya.

Prof. Aziz menjelaskan bahwa target pendaftar UM-PTKIN 2026 yang ditetapkan sebanyak 80.639 peserta berhasil dilampaui. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 92.556 orang.

“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN sebagai destinasi pendidikan tinggi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut juga perlu dibaca secara komprehensif dalam perspektif evaluasi nasional. Menurutnya, jumlah pendaftar UM-PTKIN tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya kebijakan peningkatan kuota penerimaan melalui jalur SPAN-PTKIN.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini PTKIN telah menambah kuota peserta yang dinyatakan lolos melalui jalur SPAN-PTKIN hingga sekitar 20 persen. Kebijakan tersebut berdampak pada bertambahnya jumlah mahasiswa yang telah diterima lebih awal sehingga memengaruhi jumlah peserta yang kemudian mendaftar melalui jalur UM-PTKIN.

Selain itu, panitia juga menemukan bahwa sebagian peserta yang telah mendaftar UM-PTKIN akhirnya diterima melalui jalur SNBT sehingga tidak melanjutkan proses seleksi. Temuan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam penyelenggaraan UM-PTKIN ke depan.

“Ini menjadi catatan evaluasi bersama. Di satu sisi jumlah pendaftar meningkat, tetapi di sisi lain terdapat dinamika penerimaan melalui jalur lain yang juga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan seleksi nasional PTKIN,” jelasnya.

Prof. Aziz menambahkan bahwa meskipun pendapatan dari biaya pendaftaran mengalami penyesuaian, peningkatan jumlah mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN tetap memberikan dampak positif bagi masing-masing perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan PTKIN adalah meningkatnya jumlah mahasiswa baru. Karena itu, capaian penerimaan mahasiswa tahun 2026 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan bagi sebagian besar PTKIN di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aziz juga menjelaskan bahwa forum evaluasi sengaja dikemas dalam konsep luar ruang sebagai bentuk inovasi penyelenggaraan kegiatan sekaligus mendukung efisiensi energi dan semangat kampus ramah lingkungan.

“Kami mencoba menghadirkan suasana yang lebih santai dan terbuka agar forum evaluasi berlangsung lebih cair, produktif, dan memberi ruang diskusi yang lebih luas bagi para pimpinan PTKIN,” tuturnya.

Kegiatan evaluasi diawali dengan berbagai agenda kebersamaan, seperti permainan basket, sesi photobooth, pembagian doorprize, serta makan malam bersama yang diiringi penampilan SATU Voice UIN SATU Tulungagung. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, pemutaran video ReliGreen, serta sambutan dari para pimpinan yang hadir.

Melalui forum evaluasi ini, Prof. Abdul Aziz berharap sinergi antara Kementerian Agama, Forum Rektor PTKIN, dan seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam negeri semakin kuat dalam meningkatkan mutu layanan penerimaan mahasiswa baru serta memperkuat transformasi pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Vaza Rahma Elina
Skip to content