UIN SATU Tulungagung Fasilitasi Peserta Difabel dalam Pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026

Kontributor:

20260609 SSE Hari Kedua Panlok UIN SATU

Tulungagung — Komitmen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU Tulungagung) dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif turut ditunjukkan dalam pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026. Selain menyiapkan sarana dan prasarana ujian yang memadai, UIN SATU juga memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di Panitia Lokal UIN SATU Tulungagung.

Pada pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026, tercatat terdapat satu peserta berkebutuhan khusus kategori tuna rungu yang memilih UIN SATU Tulungagung sebagai lokasi ujian. Kehadiran peserta difabel tersebut menjadi perhatian panitia untuk memastikan proses ujian dapat berlangsung dengan nyaman, aman, dan setara sebagaimana peserta lainnya.

Selama pelaksanaan ujian, panitia memberikan pendampingan dan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus untuk memastikan seluruh rangkaian ujian dapat diikuti dengan lancar. Panitia tidak hanya memastikan kesiapan fasilitas yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan layanan dan bantuan secara langsung agar peserta merasa nyaman, aman, serta dapat mengerjakan ujian secara optimal sebagaimana peserta lainnya.

Rektor UIN SATU Tulungagung sekaligus Ketua Panitia Nasional PMB SPAN dan UM-PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz,  menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan tanpa diskriminasi, termasuk peserta penyandang disabilitas.

“UIN SATU Tulungagung berkomitmen menghadirkan layanan yang ramah dan inklusif bagi seluruh peserta. Kami memastikan bahwa peserta berkebutuhan khusus mendapatkan fasilitas dan pendampingan yang diperlukan agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi,” ujarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., saat membuka pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 secara daring pada Senin (8/6/2026). Dalam sambutannya, Dirjen Pendis menekankan bahwa seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi secara adil tanpa dibatasi oleh lokasi maupun ketersediaan sarana. UIN SATU Tulungagung menjadikan arahan tersebut sebagai pijakan dalam menghadirkan layanan ujian yang setara dan berkeadilan bagi semua peserta, termasuk peserta penyandang disabilitas.

Menurut Rektor UIN SATU, penyelenggaraan seleksi masuk perguruan tinggi tidak hanya menekankan aspek profesionalitas dan akuntabilitas, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan akses pendidikan bagi semua kalangan.

Sebagai Panlok SSE UM-PTKIN 2026, UIN SATU Tulungagung menyiapkan delapan ruang ujian yang berada di Gedung Laboratorium Terpadu, terdiri atas tujuh ruang di lantai 4 dan satu ruang di lantai 6. Seluruh fasilitas pendukung, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, sistem kelistrikan, hingga layanan informasi peserta, dipastikan berfungsi optimal selama pelaksanaan ujian.

Melalui layanan yang inklusif tersebut, UIN SATU Tulungagung berharap seluruh peserta, termasuk peserta berkebutuhan khusus, dapat mengikuti proses seleksi dengan tenang dan memperoleh pengalaman ujian yang nyaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UIN SATU dalam mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang ramah disabilitas, berkeadilan, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Mohammad Khadziqun Nuha
Skip to content