UIN SATU Tulungagung Gelar Rapat Kerja 2026, Teguhkan Transformasi Pendidikan Berbasis Religreen dan Kurikulum Berbasis Cinta

Kontributor:

20260108 pembukaan raker 02

Malang — Dalam rangka menyatukan arah kebijakan dan memperkuat akselerasi program strategis kelembagaan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU Tulungagung) secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Masa Depan, Resiliensi, dan Inovasi Berbasis Religreen dan Kurikulum Berbasis Cinta” yang digelar di Hotel Singhasari, Kota Batu, Malang, pada Kamis (08/01/2026).

Pembukaan Rapat Kerja UIN SATU Tulungagung 2026 menjadi forum strategis bagi pimpinan universitas dalam menyatukan arah kebijakan, merumuskan program prioritas, serta memperkuat komitmen transformasi kelembagaan di tengah dinamika pendidikan tinggi dan tantangan global yang terus berkembang.

Dalam rangkaian pelaksanaan Rapat Kerja Tahun 2026, UIN SATU Tulungagung turut meresmikan VIGO (Visionary On Go) sebagai maskot resmi UIN SATU Tulungagung. Peluncuran VIGO menjadi bagian dari strategi penguatan identitas kelembagaan dan komunikasi publik institusi. Maskot ini dihadirkan sebagai representasi nilai, semangat, dan karakter sivitas akademika UIN SATU Tulungagung.

Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Raker 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh unit kerja bergerak dalam satu visi besar penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan daya saing institusi.

Dalam paparannya, Rektor menjelaskan delapan poin utama sasaran kinerja yang menjadi pijakan strategis UIN SATU Tulungagung sepanjang tahun 2026. Sasaran tersebut meliputi peningkatan partisipasi mahasiswa, penguatan kualitas dan sistem penjaminan mutu, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan daya saing lulusan, penguatan kerja sama strategis, penguatan karakter keagamaan mahasiswa, peningkatan produktivitas dan reputasi institusi, hingga penguatan tata kelola yang akuntabel melalui capaian SAKIP.

Rektor menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa menjadi salah satu fokus utama kinerja institusi pada tahun 2026. Hal tersebut ditempuh melalui penguatan branding UIN SATU sebagai kampus Islam moderat yang unggul dan berdaya saing, konsistensi keunggulan akademik, optimalisasi promosi digital, serta penguatan sinergi dengan sekolah, madrasah, dan pesantren.

“UIN SATU harus terus kita posisikan sebagai kampus Islam moderat yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada aspek mutu akademik, Rektor menekankan penguatan Audit Mutu Internal (AMI), pendampingan program studi, dan optimalisasi klinik akreditasi sebagai strategi mendorong capaian akreditasi unggul dan baik sekali.

Sementara itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui pelatihan bersertifikat, fasilitasi sertifikasi kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, percepatan jabatan fungsional, serta pengembangan karier yang berkelanjutan.

Terkait daya saing lulusan, UIN SATU menargetkan penurunan masa tunggu kerja melalui penguatan tracer study dan integrasi program magang yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Rektor juga menyoroti pentingnya kerja sama strategis nasional dan internasional yang berdampak pada peningkatan mutu Tridharma dan penguatan BLU, serta penguatan karakter mahasiswa melalui moderasi beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Phil. H. Kamaruddin Amin menyampaikan arah strategis bertajuk “Transformasi Tata Kelola Birokrasi Menuju Green Campus yang Unggul, Inovatif, dan Berkelanjutan” yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan PTKIN merupakan ke khasan Islam Indonesia yang berperan sebagai penjaga gawang keberagamaan umat, sekaligus penguat kelas menengah terdidik yang berkontribusi besar bagi bangsa.

Prof. Kamaruddin Amin menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai bagian dari solusi persoalan kebangsaan, kemanusiaan, dan sosial keagamaan, serta mampu mentransformasikan peran agama agar berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Agama tidak cukup hanya bicara soal etika dan moral. Agama harus ikut mendesain arah bangsa, berbicara tentang kemanusiaan, budaya, ekonomi, dan politik. Di sinilah peran strategis perguruan tinggi,” ujarnya.

Sekjen Kemenag juga mengingatkan pentingnya hilirisasi keilmuan dan program studi agar benar-benar berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat, sejalan dengan delapan program prioritas Kementerian Agama sebagai terjemahan dari Asta Cita Presiden.

Melalui pembukaan Raker UIN SATU Tulungagung 2026 ini, seluruh pimpinan dan sivitas akademika diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang unggul, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Diky Mohamad Fauzi
Skip to content