Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN Nasional, UIN SATU Sambut Penguatan Jejaring Alumni

Kontributor:

Ketua IKA PTKIN 2026 02

Jakarta — Momentum bersejarah dalam penguatan jejaring alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terwujud melalui pembentukan Ikatan Keluarga Alumni PTKIN (IKA PTKIN) tingkat nasional dalam Forum Pertemuan Nasional yang digelar pada 23-25 April 2026 di Jakarta. Dalam forum tersebut, Dr. Drs. H. Idrus Marham, M.Sc resmi terpilih sebagai Ketua Umum IKA PTKIN periode 2026–2030, menandai babak baru konsolidasi alumni dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama, tokoh alumni, serta perwakilan PTKIN se-Indonesia ini menjadi titik awal integrasi potensi alumni lintas sektor. Forum ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi, memperluas jejaring, serta mendorong kontribusi nyata alumni dalam pembangunan nasional.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya forum IKA PTKIN sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran alumni. Ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia.

“Kami menyambut baik terbentuknya IKA PTKIN sebagai wadah konsolidasi alumni. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, serta kontribusi nyata alumni dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Rektor menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting sebagai mitra strategis perguruan tinggi dalam memperluas dampak keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami optimistis, melalui sinergi yang kuat antara kampus dan alumni, IKA PTKIN dapat menjadi motor penggerak dalam menghadirkan inovasi, memperkuat jejaring nasional maupun global, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam dan pembangunan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi episentrum baru peradaban Islam dunia. Hal ini didukung oleh stabilitas sosial, perkembangan pendidikan, serta pengakuan global terhadap studi keislaman di Indonesia.

“Timur Tengah telah menunaikan perannya sebagai tempat lahirnya wahyu. Kini, pengembangan peradaban ke depan memiliki peluang besar di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi alumni dalam membangun kekuatan kolektif serta mendorong budaya menulis dan kolaborasi antar perguruan tinggi sebagai kunci pengaruh intelektual global.

“Alumni adalah kekuatan penggerak. Jika bersinergi, kita bisa mendorong Indonesia menjadi pusat peradaban Islam dunia,” tegasnya.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof. Kamaruddin Amin, menyoroti capaian transformasi PTKIN yang telah menembus level global. Ia menyebut prestasi akademik tersebut sebagai bukti bahwa alumni PTKIN memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.

“Kita telah menembus 100 besar dunia, bahkan dalam bidang keagamaan masuk peringkat 27 global. Ini menunjukkan bahwa alumni PTKIN adalah aset besar bangsa yang harus dikonsolidasikan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, menekankan pentingnya penguatan sinergi antar alumni yang telah tersebar di berbagai sektor strategis.

“Alumni PTKIN adalah kekuatan besar. Saatnya bergerak bersama, menyatukan potensi, dan berkontribusi nyata untuk menjawab tantangan bangsa,” tegasnya.

Dengan terbentuknya IKA PTKIN dan terpilihnya ketua umum, diharapkan seluruh potensi alumni yang selama ini tersebar dapat terintegrasi secara optimal. Forum ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan pendidikan Islam, pembangunan nasional, serta posisi Indonesia di kancah global. Melalui sinergi yang kuat, alumni PTKIN diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa di masa depan.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Kemenag RI
Skip to content