Yogyakarta — Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan dengan berpartisipasi aktif pada Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 28–29 April 2026.
Mengusung tema “Integrasi UI GreenMetric dalam Mewujudkan Kampus Hijau Berbasis Ekoteologi”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan akademik dan nilai-nilai keislaman. Berbagai isu penting dibahas, mulai dari pengelolaan infrastruktur berkelanjutan, efisiensi energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, konservasi air, transportasi ramah lingkungan, hingga penguatan pendidikan dan riset berbasis lingkungan.
Keikutsertaan UIN SATU Tulungagung dalam forum ini merupakan langkah konkret dalam mendukung implementasi konsep green campus yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan komitmen berbagai PTKI di Indonesia yang terus memperkuat arah kebijakan kampus hijau, sebagaimana juga dilakukan oleh IAIN Palopo dan IAIN Kendari dalam memperkuat komitmen keberlanjutan lingkungan di lingkungan kampus masing-masing.
Wakil Rektor II UIN SATU Tulungagung, Dr. phil. Syaifudin Zuhri, M.A. menyampaikan bahwa partisipasi dalam lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi kelembagaan menuju kampus yang lebih berkelanjutan.
“Melalui forum UI GreenMetric ini, UIN SATU berkomitmen untuk terus mengembangkan tata kelola kampus yang berorientasi pada keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan sarana prasarana, hingga penguatan budaya akademik yang peduli lingkungan. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari transformasi institusi ke depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan ekoteologi menjadi nilai tambah bagi perguruan tinggi keagamaan dalam membangun kampus hijau yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga nilai spiritual dan etika lingkungan.
Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd Aziz, M.Pd.I. menegaskan bahwa visi kampus ke depan tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada tanggung jawab ekologis.
“Perguruan tinggi harus menjadi pelopor dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global. UIN SATU berkomitmen menjadikan kampus sebagai pusat transformasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap aspek Tridharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa konsep green campus harus menjadi budaya bersama seluruh sivitas akademika, bukan hanya sebatas kebijakan administratif. Hal ini juga sejalan dengan komitmen nasional yang terus diperkuat oleh berbagai PTKI, termasuk UIN Raden Intan Lampung dalam membangun kampus hijau berbasis ekoteologi melalui sinergi lintas institusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih luas antar perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan kampus. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga agen perubahan dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
