PKDP 2026 di UIN SATU, Sekjen Kemenag Pesan: Dosen Pemula Harus Punya Blueprint Karier dan Bercita-cita Jadi Profesor

Kontributor:

20260619 PKDP Sekjen Kemenag web 1

Tulungagung — Momen istimewa mewarnai pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., hadir secara langsung pada Sabtu (20/6/2026) di Crown Victoria Hotel Tulungagung untuk memberikan arahan dan motivasi kepada 314 dosen peserta yang mengikuti program ini.

Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., menyambut kehadiran Sekjen dengan penuh syukur. Ia menyebut momen ini sebagai hal yang langka sekaligus membanggakan.

“Tidak ada PKDP seluruh Indonesia yang diisi oleh Pak Sekjen. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi para peserta untuk bisa mendengarkan arahan dan motivasi langsung dari beliau,” ujar Rektor.

Rektor juga melaporkan bahwa UIN SATU saat ini menempati urutan ketiga secara nasional dari jumlah peserta PKDP, dengan 314 dosen dari UIN SATU dan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayah Jawa Timur, termasuk UIN Ponorogo, UIN Kediri, serta perguruan tinggi di Bojonegoro, Tuban, Nganjuk, dan Blitar.

Dalam arahannya, Prof. Kamaruddin menekankan pentingnya visi jangka panjang bagi setiap dosen pemula. Ia mendorong seluruh peserta untuk menyusun blueprint karier pribadi sejak dini. Merancang target lima, sepuluh, hingga lima belas tahun ke depan dengan orientasi yang jelas.

“Seorang dosen harus bercita-cita menjadi profesor. Guru besar bukan sekadar pangkat tertinggi, melainkan simbol otoritas keilmuan yang diakui. Pastikan Anda adalah sarjana yang menjadi rujukan dan referensi di bidang Anda,” tegasnya.

Sekjen juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris bagi dosen bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan keharusan mutlak. Bagi dosen bidang keislaman, penguasaan bahasa Arab pun menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa dosen yang tidak menguasai bahasa asing di bidangnya akan sulit diperhitungkan di kancah akademik internasional.

Lebih jauh, Prof. Kamaruddin mendorong para dosen untuk aktif mengikuti perkembangan diskursus akademik global, membangun jaringan internasional, serta berkontribusi dalam menjawab isu-isu sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat. Ia mengingatkan bahwa dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding generasi dosen sebelumnya, tidak ada alasan bagi dosen masa kini untuk tertinggal.

“Pastikan lima tahun ke depan Anda menjadi orang yang berprestasi, menjadi dosen yang dihormati karena punya kapasitas. Anda harus sukses, Anda harus berkualitas. InsyaAllah PTKIN kita akan semakin besar karena memiliki SDM yang luar biasa,” pungkas Sekjen.

Dengan penyelenggaraan PKDP yang dihadiri langsung oleh Sekjen Kemenag diharapkan penyemangat bagi dosen dalam PKDP 2026 ini. UIN SATU sekaligus membuktikan bahwa antusias dosen adalah komitmen nyata dalam mencetak dosen yang unggul, berdaya saing global, dan siap berkontribusi bagi kemajuan PTKIN di Indonesia.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Devita Nurwati
Skip to content