Ekonomi Hijau, Biru, dan Sirkular dalam Perspektif Islam: Pesan Ilmiah SATU ICON 2026 UIN SATU Tulungagung

Kontributor:

20260909 SATU Icon Discussion

Ringkasan Berita:

• Dalam SATU International Conference (SATU ICON) 2026 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung), konsep green economy, blue economy, dan circular economy dijelaskan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai Islam: amanah, mizan, dan israf.

• Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN SATU Tulungagung, Dr. phil. Syaifudin Zuhri, M.A., menyampaikan bahwa tugas akademik saat ini adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi kerangka yang terukur.

• Plenary session menghadirkan pembicara internasional dari Australia, Malaysia, dan Turki yang membahas triple planetary crisis: perubahan iklim, kerusakan keanekaragaman hayati, dan polusi.

• Pembahasan ini dinilai relevan dengan kondisi Jawa Timur dan Kabupaten Tulungagung yang memiliki potensi pada sektor pesisir, pertanian, perikanan, dan industri, di tengah perubahan pola iklim.

Tulungagung — Selain menjadi forum akademik internasional, SATU International Conference (SATU ICON) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung) turut menghadirkan pembacaan mendalam atas isu ekonomi berkelanjutan dari sudut pandang nilai-nilai Islam. Mengusung tema “Green, Blue, and Circular: An Integrated Framework for Sustainable Global Economy”, konferensi yang digelar pada Rabu (9/9/2026) di Aula Prajna Paramita ini menautkan tiga pendekatan ekonomi berkelanjutan dengan prinsip-prinsip keagamaan.

Green, Blue, dan Circular dalam Perspektif Islam

Dalam sambutan yang mewakili pesan Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN SATU Tulungagung, Dr. phil. Syaifudin Zuhri, M.A., menjelaskan keterkaitan ketiga konsep ekonomi berkelanjutan dengan nilai-nilai Islam.

Green economy berkaitan dengan tanggung jawab menjaga daratan dan sumber daya sebagai amanah. Blue economy menempatkan laut sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga dengan prinsip keseimbangan atau mizan. Sementara itu, circular economy memiliki keterkaitan dengan upaya mengurangi pemborosan atau israf.

“Yang kita butuhkan bukan pembuktian bahwa nilai-nilai ini ada. Yang kita butuhkan adalah menerjemahkannya menjadi kerangka yang dapat diukur. Itulah tugas akademik kita hari ini,” ujar Dr. phil. Syaifudin Zuhri.

Pesan Rektor UIN SATU Tulungagung yang disampaikan dalam sambutan tersebut menegaskan bahwa isu keberlanjutan tidak berhenti pada pembahasan teoritis, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam kajian yang terukur dan dapat memberikan kontribusi nyata. Konteks tersebut dinilai relevan dengan kondisi Jawa Timur dan Kabupaten Tulungagung yang memiliki potensi pada sektor pesisir, pertanian, perikanan, dan industri, serta tengah menghadapi perubahan pola iklim.

Plenary Session Bahas Triple Planetary Crisis

Memasuki sesi ilmiah, SATU ICON 2026 menghadirkan sejumlah pembicara internasional dan nasional pada plenary session, yakni Asif Iqbal Siddiqui, Ph.D., dari Curtin University, Australia; Dr. Muhammad Alghoul dari International Islamic University Malaysia (IIUM); Assist. Prof. Tuba Hacer Korkmaz dari Fatih Sultan Mehmet Vakif University, Turki; serta Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D.

Asif Iqbal Siddiqui membahas keterkaitan green economy, blue economy, dan circular economy dengan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan agar dunia tetap layak dihuni oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D., yang memiliki pengalaman di bidang perencanaan pembangunan nasional, mengangkat persoalan triple planetary crisis yang mencakup perubahan iklim, kerusakan keanekaragaman hayati, dan polusi. Amich Alhumami menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, lingkungan, flora, dan fauna, serta menekankan perlunya kebijakan publik yang mampu menyeimbangkan dorongan pertumbuhan ekonomi dengan konservasi lingkungan dan kelestarian alam.

Setelah plenary session, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion and question and answer session pada pukul 11.25–12.00 WIB, sebelum diteruskan melalui parallel paper presentation secara luring pada pukul 13.30–16.00 WIB.

Dari Wacana Akademik Menuju Kontribusi Nyata

Pembahasan yang menautkan nilai-nilai Islam dengan kerangka ekonomi berkelanjutan global ini menjadi salah satu ciri khas SATU ICON 2026 sebagai konferensi yang diselenggarakan perguruan tinggi keagamaan Islam. Melalui forum ini, UIN SATU Tulungagung menegaskan komitmennya untuk menjembatani kajian teologis dengan persoalan kontemporer seperti krisis iklim dan keberlanjutan sumber daya, sekaligus mendorong agar gagasan yang muncul dapat berkembang menjadi riset terukur dan kebijakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Vaza Rahma Elina
Skip to content