Semarak Hari Santri 2026, UIN SATU Gelar Beragam Lomba Olahraga, Seni, dan Ilmiah

Kontributor:

20102026 Semarak Hari Santri scaled

Ringkasan Berita

  • UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar beragam perlombaan dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026, meliputi bidang olahraga, seni, dan keilmuan Islam.
  • Perlombaan mencakup pencak silat, panjat dinding, karate, taekwondo, MTQ, MFQ, MSQ, MQK, MHQ, kaligrafi, adzan, serta sejumlah cabang Festival Sinema Madin dan Festival Fotografi.
  • Selain memeriahkan Hari Santri, kegiatan ini menjadi sarana menggali potensi mahasiswa dan menjaring atlet untuk pembinaan lanjutan.
  • Dewan juri mengingatkan peserta agar menerima hasil perlombaan dengan lapang dada, tetap bangga atas usaha yang dilakukan, dan terus meningkatkan kemampuan.

Tulungagung, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui berbagai perlombaan olahraga, seni, dan keilmuan Islam. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi di bidang masing-masing.

Beragam cabang lomba diselenggarakan di sejumlah lokasi di lingkungan kampus. Selain menjadi bagian dari perayaan Hari Santri, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan sportivitas, mempererat kebersamaan, serta mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Jaring Atlet Potensial untuk Pembinaan Lanjutan

Dalam sambutannya, perwakilan panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Santri, tetapi juga menjadi upaya menjaring atlet potensial yang dapat memperoleh pembinaan setelah perlombaan berakhir.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga, seperti karate dan taekwondo, kembali diikuti peserta setelah pada pelaksanaan tahun sebelumnya tidak ada pendaftar. Meskipun jumlah peserta pada kedua cabang tersebut belum memenuhi ketentuan minimal empat orang, panitia tetap memberikan kesempatan kepada peserta untuk tampil dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.

Panitia berharap pembinaan lanjutan dapat melahirkan atlet yang mampu berkompetisi tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga pada tingkat Jawa Timur hingga nasional.

Peserta juga diingatkan untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menjaga kedisiplinan, dan menghargai perjuangan peserta lain.

Kompetisi Olahraga: Pencak Silat, Panjat Dinding, Karate, dan Taekwondo

Pada bidang olahraga, perlombaan meliputi pencak silat, panjat dinding, karate, dan taekwondo. Pertandingan pencak silat berlangsung di Lapangan Widya Krida, sedangkan karate dan taekwondo diselenggarakan di Aula Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Adapun perlombaan panjat dinding berlangsung di fasilitas wall climbing kampus.

Dalam cabang pencak silat kategori tunggal putra, Muhammad Zahrul Ridwan meraih juara pertama, disusul Moh. Adlianizar sebagai juara kedua dan M. Ulil Azmi sebagai juara ketiga. Pada kategori tunggal putri, Naura Balqissalwa Zamzami menempati posisi pertama.

Sementara itu, pada kategori beregu putri, tim yang diwakili Anggi Syapitri meraih juara pertama, disusul tim yang diwakili Umma Nor Kholifah Al Adawiyah sebagai juara kedua dan tim yang diwakili Syamara Ad’jra Azka Humaydha sebagai juara ketiga.

Pada cabang panjat dinding, kompetisi terbagi menjadi kategori speed dan lead, masing-masing untuk putra dan putri. Hasil perlombaan menunjukkan bahwa Wildan Nur Ramdani meraih juara pertama kategori lead putra, sedangkan M. Dilhast Alwi menempati posisi kedua dan Fazal Marzuqi posisi ketiga.

Di kategori speed putra, M. Dilhast Alwi meraih juara pertama, diikuti Wildan Nur Ramdani sebagai juara kedua dan Fazal Marzuqi sebagai juara ketiga. Pada kategori speed putri, Indah Nur Qoriah Ramadhani meraih juara pertama, disusul Rositawati Dwi Utami dan Nisrina Arif Aisyah. Sementara itu, kategori lead putri dimenangkan Rositawati Dwi Utami, diikuti Nisrina Arif Aisyah dan Indah Nur Qoriah Ramadhani.

Adapun pada cabang karate kategori kata putri, Xayla Aulia R. H. meraih juara pertama dan Rara Naila Putri menempati posisi kedua. Pada cabang taekwondo kategori poomsae putri, Assyifa Jauhar Roselina menjadi juara pertama.

Asah Kemampuan melalui Lomba Seni dan Keilmuan Islam

Selain olahraga, UIN SATU juga menyelenggarakan berbagai perlombaan seni dan keilmuan Islam. Cabang yang dipertandingkan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), kaligrafi, dan adzan.

Pada cabang MTQ kategori putra, Muhamad Iqbal Nur Khanafi meraih juara pertama, diikuti Muhamad Fathun Ni’am sebagai juara kedua dan Muhammad Zidani Ilman Nafi’a sebagai juara ketiga. Untuk kategori putri, Dina Nur Fadlilah meraih juara pertama, Jauharotul ‘Abidatil Kholishoh juara kedua, dan Zahrota Untsa Khafidz juara ketiga.

Pada cabang MFQ, Tim D meraih juara pertama dengan perolehan nilai 2.050. Posisi kedua ditempati Tim B dengan nilai 1.550, sedangkan Tim E meraih juara ketiga dengan nilai 1.200.

Sementara itu, pada cabang MSQ, tim dari Program Studi Manajemen Dakwah meraih juara pertama. Tim An-Nisa’ menempati posisi kedua, sedangkan Tim Hamba Allah meraih posisi ketiga.

Pada cabang MQK kategori putra, Fadwa Auliyaq Abriliant Azzeghaf meraih juara pertama, diikuti Muhammad Fatih sebagai juara kedua dan M. Miftahuddin ‘Ilmi sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, Rikza Fuadi Naelal Muna meraih juara pertama, Azizah Zahrotus Syita juara kedua, dan Nila Hikmatul Maula juara ketiga.

Cabang MHQ mempertandingkan kategori hafalan 10, 20, dan 30 juz. Pada kategori 10 juz, Rifa Amalia Ramadhani meraih juara pertama, Fatimatuz Zahro juara kedua, dan Nur Laili Rahma juara ketiga. Kategori 20 juz dimenangkan Emi Husniati Zulfa, disusul Kharisma Nurul Insani dan Laila Wahyuni. Sementara itu, kategori 30 juz menempatkan Faza Habna sebagai juara pertama, Fitri Azizah sebagai juara kedua, dan Zahrotus Salma sebagai juara ketiga.

Pada cabang adzan putra, Roihan Fathurizqi meraih juara pertama, Faza Habna juara kedua, dan Muhammad Athoillah juara ketiga.

Adapun pada lomba kaligrafi, Zufaroh Ulil Albab meraih juara pertama, Sherly Anggia Putri juara kedua, dan Nia Ma’rifatus Saudah juara ketiga.

Festival Sinema Madin, Fotografi, dan Lalaran Santri

Rangkaian perlombaan juga mencakup Festival Sinema Madin, Festival Fotografi, serta Lalaran Santri. Ketiga kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan dalam mengembangkan tradisi keilmuan Islam melalui beragam bentuk ekspresi.

Pada Festival Sinema Madin kategori BTQ, Ilma Sofia meraih juara pertama, Shelsy Yonisa Margareta juara kedua, dan Ulul Azmi Eka Putra juara ketiga. Pada kategori kitab, Ghulam Nafis Awwali menempati posisi pertama, Hilmi Munif Abidin posisi kedua, dan Egis Friansyah Majied posisi ketiga. Sementara itu, kategori peminatan dimenangkan Safira Ayu Agustina, disusul Muhammad Wafaaul Minan.

Pada Festival Fotografi kategori BTQ, Ananda Nayra Ramadhani meraih juara pertama, Chelsy Shaloom Meisya Al Husna juara kedua, dan Muhammad Naufal Zakky Sasongko juara ketiga. Pada kategori kitab, Moh. Saifuddin Zuhri meraih juara pertama, Hilmi Munif Abidin juara kedua, dan Jesica Nur Vadilla juara ketiga. Sementara itu, kategori peminatan menempatkan Arisherwinoto sebagai juara pertama.

Dalam lomba Lalaran Santri, Regu Alfu Khoir dari Madin Ulya 2 meraih juara pertama. Regu Laskar Kalkulus dari Program Studi Tadris Matematika menempati posisi kedua, sedangkan Regu An-Najjah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam meraih posisi ketiga.

Dewan Juri MQK: Terus Belajar dan Jangan Berkecil Hati

Dalam penutupan perlombaan MQK, dewan juri, Ustaz Fahmi Muhammad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas usaha dan perjuangan yang telah dilakukan. Ia mengingatkan bahwa setiap peserta perlu menerima hasil perlombaan dengan lapang dada dan tetap bangga atas pencapaian masing-masing.

Ia mengutip pesan “Wa la tahinu wa la tahzanu wa tilkal ayyamu nudawiluha bainannas” sebagai pengingat bahwa keadaan dan keberhasilan dalam kehidupan dapat silih berganti. Karena itu, peserta diharapkan tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai beban yang berlebihan ataupun alasan untuk berkecil hati.

Ustaz Fahmi juga menyampaikan bahwa pihak yang mengutus peserta tentu turut bangga atas usaha dan pencapaian mereka. Ia berharap seluruh peserta tetap bersemangat, melanjutkan proses belajar, dan menjadikan pengalaman perlombaan sebagai bekal untuk berkembang.

Pesan tersebut menegaskan bahwa nilai sebuah kompetisi tidak hanya terletak pada kemenangan, tetapi juga pada proses belajar, keberanian mencoba, dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

Perkuat Prestasi dan Tradisi Keilmuan Islam

Rangkaian perlombaan Hari Santri Nasional 2026 di UIN SATU menjadi wadah bagi mahasiswa dan peserta untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, kreativitas, dan keilmuan Islam. Kegiatan ini sekaligus mendukung upaya kampus dalam mengidentifikasi bakat yang dapat dibina untuk mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi juga tumbuh dalam bentuk prestasi, kedisiplinan, sportivitas, kreativitas, dan kecintaan terhadap tradisi keilmuan Islam.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi sivitas akademika dan para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat kontribusi dalam menjaga tradisi dan mengembangkan prestasi di berbagai bidang.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: M. Anwar Aziz
Skip to content
Menerjemahkan halaman... Mohon tunggu beberapa saat.