Ringkasan Berita:
– Program Studi Tadris Biologi mengirimkan empat mahasiswa dalam OASE PTKIN III Tahun 2026.
– Tiga mahasiswa, yakni Elin Widya Nafi’, Widya Pramita Damayanti, dan Rahma Nur Aulia, tercatat sebagai finalis.
– Mustaqim In’am Al Qodri mengikuti kategori expo.
– Rektor UIN SATU mendorong Tadris Biologi untuk menunjukkan kualitas dan daya saing bidang keilmuan umum.
Tulungagung (UIN SATU)— Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengirimkan empat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN III Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga mahasiswa tercatat sebagai finalis, sedangkan satu mahasiswa lainnya mengikuti kategori expo.
Tiga mahasiswa yang masuk kategori finalis ialah Elin Widya Nafi’ mahasiswa semester 5 berasal dari Dsn. Betet, Ds. Betet, Kec. Ngronggot, Kab. Nganjuk dari sekolah MAN 2 Kediri. Widya Pramita Damayanti mahasiswa semester 5 asal Ds. Bangi, Ds. Woromarto, Kec. Purwosari, Kab. Kediri. Asal sekolah MAN 2 Kediri.
dan Rahma Nur Aulia mahasiswa semester 5 dari Dsn. Betet, Ds. Betet, Kec. Ngronggot, Kab. Nganjuk. Asal sekolah MAN 2 Kediri. Sementara itu, Mustaqim In’am Al Qodri semester 5 dari Dsn Kuwurejo, Desa Kuwurejo, Kecamatan Buluk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur asal sekolah SMA negeri 1 Bluluk tercatat sebagai peserta kategori expo. Keempatnya menjadi bagian dari kontingen UIN SATU yang diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional di Yogyakarta.
Tiga finalis Tadris Biologi, Elin Widya Nafi’, Widya Pramita Damayanti, dan Rahma Nur Aulia, bersaing di cabang Nanoteknologi dan Kesehatan melalui karya nanokitosan ekstrak jambu biji merah sebagai agen antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, penyebab pneumonia yang kerap resisten antibiotik. Pada formulasi ekstrak 20 persen, ukuran partikel mencapai 124,13 nanometer dan zona hambat 4,30 milimeter, lebih besar daripada amoksisilin (1,21 milimeter). Tim mencatat hasil ini masih awal dan memerlukan uji lanjutan, termasuk uji toksisitas.
Sementara itu, Mustaqim In’am Al Qodri mengikuti kategori expo cabang Konservasi Energi melalui BIOVOLT, prototipe microbial fuel cell berbahan mangga muda, mikroalga dari kolam kampus, dan ragi tape. Selama tiga hari pengamatan, rata-rata tegangan naik dari 3,3 menjadi 58,5 milivolt dengan puncak 85 milivolt. Keluaran satu unit belum cukup menyalakan lampu darurat secara langsung, sehingga karya ini masih tahap pembuktian konsep.
Kedua karya sama-sama bertumpu pada bahan alam dan sumber daya lokal. Nanokitosan jambu biji berkaitan dengan SDGs 3, 9, dan 12, sedangkan BIOVOLT berkaitan dengan SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau.
Empat Mahasiswa Ambil Bagian dalam Ajang Nasional
Keikutsertaan empat mahasiswa tersebut menunjukkan partisipasi aktif Program Studi Tadris Biologi dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Melalui OASE PTKIN III 2026, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kemampuan, serta membawa nama baik program studi dan universitas.
Kategori finalis dan expo memberikan ruang partisipasi bagi mahasiswa sesuai dengan kategori yang diikuti. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman kompetisi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri.
Dalam sambutan pemberangkatan kontingen pada Selasa (3/11/2026), Rektor UIN SATU secara khusus menyoroti pentingnya program studi bidang sains, termasuk Tadris Biologi, untuk menunjukkan kualitasnya. Menurutnya, program studi bidang keilmuan umum di lingkungan UIN harus mampu bersaing dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lainnya.
Tadris Biologi Didorong Tunjukkan Daya Saing
Rektor menegaskan bahwa kualitas program studi tidak hanya dilihat dari nomenklatur yang digunakan, tetapi juga dari kemampuan dan kontribusi yang ditunjukkan. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperlihatkan potensi keilmuan yang dimiliki.
“Tunjukkan bahwa program studi Fisika dan Biologi di UIN juga memiliki kualitas dan tidak kalah dengan program studi di perguruan tinggi lain,” pesan Rektor.
Selain kualitas akademik, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan psikis selama mengikuti kompetisi. Pendamping diminta memperhatikan kesiapan peserta agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan tidak terbebani oleh target yang berlebihan.
Melalui keikutsertaan Elin Widya Nafi’, Widya Pramita Damayanti, Rahma Nur Aulia, dan Mustaqim In’am Al Qodri, Program Studi Tadris Biologi diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan memperkuat kontribusi dalam prestasi UIN SATU di tingkat nasional.
