Peringati Hari Lahir Pancasila, Rektor UIN SATU Tegaskan Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Prinsip 5S dan 4T

Kontributor:

20260601 Upacara Harlah Pancasila 20261

Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Gedung Rektorat, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam membangun kampus dakwah dan peradaban.

Dalam amanatnya, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 sebagai dasar negara dan landasan kebijakan pemerintahan Republik Indonesia. Menurutnya, Pancasila telah menjadi perekat bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, ras, budaya, dan keyakinan.

“Pancasila telah menyelamatkan Negara Republik Indonesia. Dengan keberagaman yang kita miliki, Pancasila menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus kita syukuri dan implementasikan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada 77 dosen UIN SATU Tulungagung yang berhasil memperoleh Sertifikat Pendidik (Serdos) tahun 2026. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kelembagaan, mulai dari masa STAIN, IAIN, hingga bertransformasi menjadi UIN SATU Tulungagung.

“Tahun 2026 telah mengukir sejarah. Jumlah penerima sertifikasi dosen menjadi yang terbanyak sepanjang berdirinya institusi ini. Artinya, capaian tersebut semakin memperkuat UIN SATU Tulungagung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa sila pertama dan sila kedua Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam membangun kampus dakwah dan peradaban. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar spiritualitas dalam menjalankan tugas dan pengabdian, sedangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis antarsesama.

Menurutnya, pembangunan kampus tidak cukup hanya mengandalkan aspek akademik dan administratif, tetapi juga harus ditopang oleh keseimbangan hubungan vertikal kepada Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablum minannas). Hubungan yang baik antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun pimpinan menjadi modal penting dalam membangun peradaban kampus yang unggul dan berkelanjutan.

“Hubungan antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa, maupun antara pimpinan dan seluruh sivitas akademika harus terus dijaga dengan baik. Pada saat yang sama, spiritualitas juga harus menjadi kekuatan utama dalam membangun diri dan lembaga,” jelasnya.

Dalam amanatnya, Rektor juga memperkenalkan prinsip 5S yang harus menjadi budaya kerja bersama dalam membangun UIN SATU Tulungagung sebagai kampus dakwah dan peradaban. Kelima prinsip tersebut adalah sumeleh (ikhlas), sumendhe (berserah diri kepada Allah SWT), sabar, sregep (rajin), dan sopan santun.

Prinsip sumeleh dimaknai sebagai keikhlasan dalam mengabdi kepada negara dan lembaga sesuai amanah sebagai ASN. Sementara sumendhe menjadi pengingat bahwa setiap usaha dan pekerjaan harus senantiasa disandarkan kepada Allah SWT. Adapun sikap sabar, rajin, dan santun menjadi modal penting dalam meniti karier, meningkatkan kompetensi, serta menjaga keharmonisan lingkungan kerja.

Rektor menjelaskan bahwa sikap sabar tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menahan diri, tetapi juga diwujudkan melalui prinsip 4T, yakni Tekun, Tegen, Teken, dan Tekan. Tekun berarti bersungguh-sungguh dan konsisten dalam menjalankan tugas serta mengembangkan karier. Tegen bermakna tahan menghadapi berbagai ujian, tantangan, dan dinamika pekerjaan. Teken berarti memiliki pegangan hidup dan prinsip yang kuat sesuai aturan, nilai agama, serta ketentuan yang berlaku. Sementara tekan bermakna sampai atau mencapai tujuan yang telah dicita-citakan.

Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang kuat. Karena itu, ASN yang telah memilih jalan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi harus menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah.

Selain itu, Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi di lingkungan kampus. Sivitas akademika yang lebih senior diharapkan dapat membimbing dan mendampingi generasi muda, sementara generasi muda perlu terus belajar dari pengalaman dan kebijaksanaan para senior. Dengan demikian, penguasaan teknologi dan pengalaman dapat berjalan beriringan untuk memperkuat kemajuan institusi.

Menutup amanatnya, Rektor mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan sila ketiga, keempat, dan kelima Pancasila. Semangat persatuan Indonesia, musyawarah, dan keadilan sosial harus diwujudkan melalui kontribusi nyata seluruh sivitas akademika dalam membangun kampus yang maju, harmonis, dan berdaya saing.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh warga kampus harus memiliki prinsip untuk memberikan manfaat bagi lembaga, masyarakat, bangsa, dan agama, bukan justru memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman serta menerapkan prinsip 5S dan 4T dalam kehidupan sehari-hari, cita-cita para pendiri UIN SATU Tulungagung diyakini dapat diwujudkan secara bertahap melalui pengabdian, kerja nyata, dan komitmen bersama.

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, UIN SATU Tulungagung diharapkan terus berkembang sebagai kampus dakwah dan peradaban yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: M. Anwar Aziz
Skip to content