Tulungagung — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Tahap II selama dua hari, yakni pada Rabu–Kamis, 3–4 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pengakuan kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi profesi yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selama dua hari pelaksanaan, asesmen diselenggarakan dalam dua sesi setiap harinya, yaitu pukul 08.00–10.00 WIB dan 10.00–12.00 WIB. Pada hari pertama, sebanyak 16 asesi mengikuti proses uji kompetensi yang didampingi oleh 8 asesor kompetensi sesuai dengan bidang skema sertifikasi masing-masing. Pada hari kedua, sebanyak 16 asesi kembali mengikuti asesmen dengan didampingi oleh 7 asesor kompetensi.
Skema sertifikasi yang diujikan dalam kegiatan ini meliputi: 1) Pendampingan UMKM Muda; 2) Jenjang 3 Bidang Kewirausahaan Industri; dan 3) Fasilitator Experiential Learning. Ketiga skema tersebut merupakan skema resmi yang dimiliki oleh LSP UIN SATU Tulungagung dan telah memperoleh lisensi aktif dari BNSP.
Pelaksanaan asesmen berlangsung di beberapa lokasi, antara lain Ruang Sidang Meja 1, 2, dan 3 Lantai 4 Gedung Saifudin Zuhri serta Perpustakaan FEBI Lantai 4 Gedung Saifudin Zuhri. Sebelum asesmen dimulai, para peserta mengikuti proses registrasi dan persiapan dokumen administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada hari pertama, asesor melakukan asesmen terhadap peserta dari ketiga skema sertifikasi tersebut. Adapun pada hari kedua, peserta berasal dari skema yang lebih beragam, mencerminkan luasnya cakupan kompetensi yang dikembangkan mahasiswa UIN SATU Tulungagung sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.
Proses asesmen pada kedua hari dilakukan melalui berbagai metode, meliputi wawancara, verifikasi portofolio, observasi, serta pemeriksaan bukti-bukti kompetensi yang relevan dengan unit-unit kompetensi yang diujikan. Asesor tidak hanya menilai pengetahuan peserta, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja sebagai indikator utama pencapaian kompetensi.
Direktur LSP UIN SATU Tulungagung, Dr. Mashudi, menyampaikan bahwa kegiatan uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar kerja pada bidangnya masing-masing.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memastikan bahwa setiap peserta benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar kerja pada bidangnya masing-masing. Melalui asesmen yang objektif dan profesional, kami berharap para peserta memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah nyata dalam menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha,” ujar Direktur LSP.
Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
“Uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP merupakan bagian penting dari upaya kampus dalam memastikan bahwa lulusan UIN SATU Tulungagung tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur, terstandar, dan diakui secara profesional. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya mutu serta pengembangan sertifikasi kompetensi sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri yang semakin kompetitif,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa penguatan kompetensi melalui sertifikasi profesi sejalan dengan visi UIN SATU Tulungagung dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan berdaya saing global. Dengan tuntas dilaksanakannya rangkaian Uji Kompetensi Tahap II pada 3–4 Juni 2026, LSP UIN SATU Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya lulusan yang kompeten, profesional, serta siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan masyarakat. Melalui program sertifikasi profesi yang berkelanjutan, UIN SATU Tulungagung terus melangkah maju dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tersertifikasi dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
