Rektor UIN SATU Sambut Positif Pesan Menag, Pacu Spirit Prestasi Mahasiswa di Ajang OASE PTKIN III 2026

Kontributor:

Menag Pembukaan OASE
Ringkasan Berita:

– Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd., mengapresiasi arahan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mendorong PTKIN mengambil peran dalam pengembangan sains dan teknologi saat membuka OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

– Menag menegaskan penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci kemajuan umat Islam, disertai tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi.

– Pesan tersebut sejalan dengan dorongan Rektor kepada delegasi UIN SATU agar memanfaatkan OASE sebagai kesempatan berprestasi di tingkat nasional.

– OASE III PTKIN 2026 mempertemukan mahasiswa dari 54 PTKIN untuk berkompetisi, bertukar gagasan, dan mengembangkan jejaring akademik.

Tulungagung — Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung), Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd., mengapresiasi arahan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) mengambil peran dalam pengembangan sains dan teknologi. Arahan tersebut dinilai sejalan dengan semangat UIN SATU dalam menyiapkan mahasiswa yang unggul secara akademik, riset, dan karakter.

Pesan itu disampaikan Menag saat membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari 54 PTKIN untuk berkompetisi, bertukar gagasan, dan mengembangkan jejaring akademik dalam bidang agama, sains, dan riset.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci kemajuan umat Islam. Ia mendorong PTKIN melahirkan ilmuwan yang mampu mengembangkan pengetahuan, menjawab persoalan masyarakat, serta menjaga tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi.

“Kalau kita ingin meraih kembali kejayaan ilmu dalam sejarah Islam, kita harus menguasai ilmu pengetahuan. Penguasaan sains dan teknologi sangat penting,” tegas Nasaruddin.

Tradisi Bertanya, Meneliti, dan Hilirisasi
Menurut Menag, sejarah keilmuan Islam memperlihatkan hubungan erat antara kedalaman pemahaman agama, penelitian, dan pengembangan teknologi. Tradisi tersebut perlu dihidupkan di kampus melalui keberanian bertanya, ketekunan meneliti, dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi manfaat.

“Kita perlu terus membangun tradisi bertanya, meneliti, dan menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Menag juga menyoroti peluang keterlibatan PTKIN dalam pengembangan teknologi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Indonesia.

“UIN dan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama perlu berperan dalam pengembangan teknologi hilirisasi tersebut, tentu bersama perguruan tinggi umum juga,” katanya.

Sains dan Teknologi dengan Bimbingan Nilai
Selain kemampuan keilmuan, Menag mengingatkan bahwa teknologi harus disertai bimbingan nilai dan tanggung jawab. Perkembangan kecerdasan buatan, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius agar pemanfaatannya membawa kebaikan bagi kehidupan.

“Jangan sampai ilmu pengetahuan berkembang tanpa bimbingan nilai dan tanggung jawab. Kemampuan yang besar dapat membawa akibat yang merusak apabila digunakan dengan cara yang salah,” pesannya.

Melalui OASE, Menag berharap temuan mahasiswa terus disempurnakan hingga mampu menjadi kebanggaan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan sains.

Jadikan Kesempatan Ini Portofolio Kehidupan
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Rektor UIN SATU kepada para delegasi yang akan berlaga di OASE III PTKIN 2026. Rektor menegaskan keikutsertaan dalam ajang nasional ini adalah penghargaan sekaligus amanah.

“Penghargaan sekaligus amanah ini harus digunakan sebaik-baiknya. Jadikan kesempatan ini sebagai bagian dari portofolio kehidupan. Kelak, saudara-saudara dapat memiliki pengalaman pernah bertanding dalam kompetisi tingkat nasional,” ujar Rektor.

Rektor mengingatkan bahwa kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali dengan kondisi yang sama. “Pada tahun 2026 ini, kalian mendapatkan kesempatan yang luar biasa. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Berjuanglah sekuat tenaga, bukan hanya demi lembaga, tetapi juga demi masa depan kalian sendiri,” tegasnya.

Rektor juga meminta para delegasi memanfaatkan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dengan teman-teman dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. “Mudah-mudahan kesempatan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” harapnya.

Dengan arahan Menag dan motivasi dari Rektor, UIN SATU berharap para delegasi tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga terus menumbuhkan budaya riset, nalar ilmiah, dan tanggung jawab moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Photographer: Humas
Skip to content
Menerjemahkan halaman... Mohon tunggu beberapa saat.