Tulungagung — Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengajak seluruh sivitas akademika untuk menempatkan kearsipan sebagai fondasi utama dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Penegasan ini disampaikan bahkan dengan merujuk pada ajaran Islam tentang pentingnya pencatatan setiap amal perbuatan manusia.
“Kearsipan itu menurut saya tidak hanya penting, tetapi sangat penting. Bahkan dalam ajaran Islam, Allah SWT telah menunjukkan pentingnya pencatatan melalui tugas malaikat Raqib dan Atid yang mencatat seluruh amal perbuatan manusia,” ujar Abd. Aziz.
Prof. Abd. Aziz menyampaikan hal ini saat membuka Workshop Tata Kelola Arsip Digital Perguruan Tinggi Berbasis Media yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) Provinsi Jawa Timur, bertempat di UIN SATU Tulungagung, Rabu (1/7/2026).
Rektor UIN SATU ini menjelaskan, arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sumber informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai bidang keilmuan. Menurutnya, hampir seluruh disiplin ilmu, mulai dari kedokteran, psikologi, hingga penelitian, memerlukan rekam data yang terdokumentasi dengan baik sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Abd. Aziz juga menyampaikan komitmen UIN SATU Tulungagung dalam mendukung transformasi digital melalui kebijakan digitalisasi arsip akademik. Salah satu kebijakan yang telah diterapkan ialah tidak lagi mewajibkan mahasiswa menyerahkan skripsi dalam bentuk cetak (hardcopy), melainkan cukup dalam bentuk digital (softcopy).
“Kebijakan ini bukan hanya memberikan efisiensi ruang penyimpanan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi. Dengan mengurangi penggunaan kertas, kita turut menjaga kelestarian pohon dan lingkungan,” jelas Prof. Abd. Aziz.
Melalui arahannya, Rektor UIN SATU berharap seluruh pengelola arsip di lingkungan perguruan tinggi dapat semakin cakap dalam mengelola arsip digital sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola kampus yang modern dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., melalui penyelenggaraan workshop ini berharap pengelolaan arsip digital di lingkungan perguruan tinggi semakin tertata, profesional, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Workshop menghadirkan narasumber Abdul Malik Ibrahim, S.Sos., M.I.Kom. dari ANTARA News Jawa Timur dengan materi Tata Kelola Arsip Digital dari Sudut Pandang Media, serta Drs. Tidor Arif T. Jati, M.M. dari Pengurus Wilayah Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Jawa Timur yang membahas Regulasi Tata Kelola Arsip Digital.
Kegiatan ini diikuti oleh arsiparis perguruan tinggi negeri dan swasta serta koordinator Program Studi Perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syekh Wasil Kediri, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Sunan Ampel Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Hang Tuah, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Tulungagung, Universitas Kadiri, Universitas Islam Kadiri (UNISKA), serta Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU).
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antarpengelola arsip perguruan tinggi dalam mewujudkan tata kelola arsip digital yang modern, efektif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
