Skor UI GreenMetric Naik, UIN SATU Jadikan Hasil 2026 sebagai Pijakan Kampus Berkelanjutan

Kontributor:

UIN SATU Boulevard View 02 compressed 1 scaled

Ringkasan Berita :

  • Skor UIN SATU dalam UI GreenMetric 2026 naik dari 3.242 menjadi 4.062,5.
  • UIN SATU berada di peringkat 149 nasional dan 1.472 dunia.
  • Hasil pemeringkatan menjadi bahan evaluasi dan pijakan penguatan kampus berkelanjutan.

Tulungagung — Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mencatatkan kenaikan skor dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026. Skor UIN SATU meningkat dari 3.242 menjadi 4.062,5 dan menempatkan UIN SATU pada peringkat 149 nasional serta 1.472 dunia.

Kenaikan skor tersebut menunjukkan perkembangan pada sejumlah aspek pengelolaan kampus berkelanjutan. Namun, hasil pemeringkatan juga memberikan sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kampus ke depan.

Dua Indikator Jadi Catatan

PIC UI GreenMetric UIN SATU, Haslinda Yasti Agustin, menjelaskan bahwa UI GreenMetric 2026 menggunakan tujuh kriteria, yakni Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, Education and Research, serta Governance and Digitalization.

Menurutnya, tidak seluruh indikator mengalami kenaikan. Setting and Infrastructure dan Waste menjadi dua aspek yang mengalami penurunan. Nilai Setting and Infrastructure turun dari 505 menjadi 240, salah satunya berkaitan dengan keterbatasan ruang terbuka dan ruang hijau dibandingkan dengan luas bangunan serta jumlah populasi kampus.

“UI GreenMetric bukan hanya tentang peringkat, tetapi juga menjadi gambaran kondisi nyata kampus. Hasil ini menjadi baseline untuk melihat apa yang masih perlu kita perbaiki dan kembangkan,” jelas Ibu Haslinda.

Pada aspek Waste, UIN SATU telah memiliki fasilitas pengolahan limbah organik dan anorganik. Namun, pengelolaan tersebut masih membutuhkan tim yang lebih terstruktur, termasuk pencatatan jumlah limbah yang dihasilkan, diolah, maupun yang masih harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Ibu Haslinda juga mendorong agar pengelolaan limbah dapat dikembangkan melalui kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dengan program studi yang memiliki bidang keilmuan terkait.

Jadi Bahan Pengembangan Kampus

Ketua Tim Pemeringkatan Kampus UIN SATU, Arman Marwing, M.A., menilai capaian UI GreenMetric 2026 perlu dilihat tidak hanya dari posisi peringkat, tetapi juga dari peningkatan skor dan catatan pada setiap indikator.

Hasil tersebut dapat menjadi pijakan bagi UIN SATU untuk memetakan aspek yang sudah berkembang maupun bagian yang masih membutuhkan penguatan. Dengan demikian, hasil pemeringkatan dapat menjadi bahan dalam perencanaan dan pengembangan kampus berkelanjutan ke depan.

“Capaian tahun ini penting kita lihat sebagai baseline. Dari sini kita dapat mengetahui bagian yang sudah kuat dan aspek yang masih perlu diperbaiki sehingga pengembangan kampus dapat dilakukan secara lebih terarah,” ungkap pak Arman.

Sejumlah aspek yang mengalami perkembangan antara lain energi dan perubahan iklim, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi. Penguatan energi terbarukan, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor, integrasi SDGs dalam pembelajaran, serta pemanfaatan sistem digital menjadi bagian dari upaya tersebut.

Publikasi dan Tata Kelola Perlu Diperkuat

Selain aspek fisik dan lingkungan, dokumentasi serta publikasi kegiatan juga menjadi perhatian. Kegiatan dosen dan mahasiswa yang berkaitan dengan keberlanjutan perlu didokumentasikan melalui website universitas, fakultas, maupun program studi agar dapat ditelusuri sebagai bagian dari bukti kegiatan.

Penguatan tata kelola juga diarahkan melalui kebijakan kampus yang lebih jelas mengenai keberlanjutan, keterlibatan berbagai fakultas, serta penyelarasan perencanaan dan penganggaran dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Keberlanjutan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., mendorong agar keberlanjutan kampus menjadi perhatian bersama seluruh sivitas akademika. Hasil UI GreenMetric 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai capaian pemeringkatan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan tata kelola kampus.

Penguatan tersebut mencakup penataan ruang hijau, efisiensi energi, pengelolaan air dan limbah, transportasi berkelanjutan, pendidikan dan penelitian berbasis SDGs, serta penguatan tata kelola dan digitalisasi.

Semangat Religreen yang mengintegrasikan nilai religious dan green juga terus didorong agar keberlanjutan menjadi bagian dari budaya kehidupan kampus.

Melalui hasil UI GreenMetric 2026, UIN SATU menjadikan capaian dan catatan pemeringkatan sebagai pijakan untuk memperkuat kampus berkelanjutan. Ke depan, penguatan tersebut diharapkan melibatkan seluruh sivitas akademika sehingga keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda pemeringkatan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kampus.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Humas
Skip to content