Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar Wisuda ke-54 pada Rabu (12/8/2026). Sebanyak 500 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3).
Sebanyak 483 lulusan berasal dari program S1, 13 lulusan S2, dan empat lulusan S3. Dari jumlah tersebut, terdapat 121 wisudawan laki-laki dan 379 wisudawati perempuan.
Dalam laporan akademiknya, Prof. Abad Badruzaman menyampaikan capaian para lulusan dari masing-masing fakultas. Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum mewisuda 90 peserta, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 192 peserta, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah 63 peserta, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 138 peserta. Sementara itu, 13 lulusan dikukuhkan dari jenjang Magister dan empat lulusan dari jenjang Doktor.
Prof. Abad menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat, dunia kerja, dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintahan, maupun ruang pengabdian lainnya.
“Rawat ilmu dengan terus belajar, jaga gelar dengan integritas, dan buktikan pendidikan dengan kemanfaatan,” pesannya.
Pesan tentang perjuangan selama menempuh pendidikan juga disampaikan Salwa Sauda Salsabila, perwakilan wisudawan sekaligus penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang melanjutkan pendidikan di Monash University, Australia. Ia mengajak seluruh wisudawan untuk mengingat perjuangan dan pengorbanan orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga mencapai hari wisuda.
“Hari ini bukan hanya hari kebahagiaan bagi kami, tetapi hari ini adalah hari kemenangan bagi orang tua kami,” ujarnya.
Salwa juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama di kampus harus diwujudkan dalam karya dan kontribusi nyata.
“Kita adalah bagian dari UIN SATU Tulungagung. Maka mari kita bawa nama baik almamater ini melalui karya dan kontribusi kita,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wali wisudawan. Ia berharap kehadiran para Guru Besar dan anggota senat dalam prosesi tersebut menjadi keberkahan bagi ilmu yang telah diperoleh para lulusan.
Dalam sambutannya, Rektor turut mengapresiasi sejumlah lulusan UIN SATU yang berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri melalui jalur beasiswa. Di antaranya Muhimmatul Bergas dari Tadris Biologi yang diterima di University of Korea, Ristika Cahya dari Ilmu Hadis yang diterima di UET dan London University, Salwa Sauda Salsabila di Monash University Australia, Fahriyah Asmai Aida dari Bahasa Indonesia di Universitas Malaya Malaysia, serta Athena Munzaina Zakim dari TMT di University of New South Wales.
Memasuki masa setelah wisuda, Rektor mengingatkan para lulusan untuk menjaga integritas melalui dua filosofi Jawa, yakni “Ajining diri saka lathi” dan “Ajining raga saka busana.”
Menurutnya, ”lathi” atau lidah pada era digital juga dapat dimaknai sebagai jari-jari yang digunakan untuk berkomunikasi di media sosial. Karena itu, para sarjana harus bijak sebelum berkomentar maupun membagikan informasi.
“Jangan sampai kemudian Saudara kena masalah gara-gara media sosial Saudara. Sebelum share, baca dulu, amati dulu. Ingat Saudara adalah para sarjana,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, ketepatan waktu, kesantunan, dan kemampuan menempatkan diri secara profesional. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak cukup hanya diukur dari IPK dan gelar, tetapi juga dari integritas dan kemanfaatannya bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Abd. Aziz turut menyampaikan bahwa UIN SATU terus memperluas akses pendidikan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang tersedia pada 45 program studi. Inovasi tersebut diharapkan semakin membuka kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai pengalaman yang dimiliki.
Rektor juga menyampaikan harapan agar UIN SATU terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.
“Semoga kampus UIN SATU ini semakin berdampak kepada masyarakat luas, tentunya kepada Indonesia dan juga kepada bangsa dan negara, dan tentu kampus bercita-cita untuk bermanfaat untuk dunia internasional,” harapnya. Wisuda ke-54 menjadi momentum lahirnya 500 lulusan baru UIN SATU Tulungagung yang diharapkan mampu membawa ilmu, menjaga integritas, menghormati orang tua, serta mengharumkan nama almamater melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
