Ringkasan Berita:
– Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Mohamad Khoirun Nizam dan Adjie Wahyu Kembara, terpilih sebagai finalis cabang lomba Sosial Kemasyarakatan dan Musabaqoh Qira’atul Kutub pada OASE PTKIN III 2026.
– Rektor UIN SATU secara khusus menyoroti keikutsertaan mahasiswa IAT sebagai kesempatan untuk menunjukkan kontribusi dan perkembangan program studi.
– Rektor meminta tim Humas memberikan ruang publikasi terhadap perjuangan mahasiswa sejak persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Tulungagung (UIN SATU) — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengirimkan dua mahasiswa sebagai finalis dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN III Tahun 2026. Kedua mahasiswa tersebut adalah Mohamad Khoirun Nizam dari Desa Jabang, Kec. Kras, Kab. Kediri, asal sekolah MA Ma’arif Udanawu Blitar dan Adjie Wahyu Kembara berasal dari Tamban, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Asal sekolah (SMA/MA): MA Nurul Jadid Paiton yang akan mewakili UIN SATU dalam kompetisi tingkat nasional di Yogyakarta.
Dua mahasiswa IAT ini sama-sama duduk di semester 7 dan bersaing di cabang berbeda. Mohamad Khoirun Nizam bersaing di cabang Sosial Kemasyarakatan dalam tim bersama Nadiyatus Zahroul Khusna dari Prodi PGMI dan Umi Masrochatul Cholisoh dari Prodi Tadris IPS dengan karya Sistem Akses Pembelajaran Aksesibel (SAPA), yaitu rancangan platform pembelajaran digital bagi mahasiswa penyandang disabilitas di UIN SATU.
Gagasan ini berangkat dari wawancara dengan dosen pengelola Pusat Studi Gender, Anak, dan Difabel (PSGAD) serta tiga mahasiswa penyandang disabilitas yang mengungkapkan kendala komunikasi, pemahaman materi, hingga mobilitas. SAPA memadukan materi dalam berbagai format (video bertranskrip, dokumen terstruktur, audio), asesmen yang aksesibel, serta konsultasi dan umpan balik akademik. Karya ini sejalan dengan SDGs 4 dan SDGs 10, dan rancangannya masih perlu diuji bersama calon pengguna. Adjie Wahyu Kembara tampil di cabang Musabaqah Qiraatul Kutub (Putra), yang dilombakan secara langsung.
Keikutsertaan dua mahasiswa IAT tersebut menjadi kesempatan bagi program studi untuk menunjukkan potensi dan kontribusinya dalam kompetisi antarmahasiswa PTKIN. Selain membawa nama almamater, partisipasi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan akademik.
Rektor Soroti Kontribusi Mahasiswa IAT
Dalam sambutan pemberangkatan kontingen pada Selasa (3/11/2026), Rektor UIN SATU secara khusus menyinggung keikutsertaan dua mahasiswa IAT. Menurutnya, partisipasi dalam kompetisi nasional perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan perkembangan program studi.
Rektor menilai bahwa prestasi dan keterlibatan mahasiswa memiliki kontribusi terhadap citra lembaga. Karena itu, mahasiswa yang telah terpilih mewakili kampus diharapkan dapat memberikan usaha terbaik dan membawa nama baik program studi.
“Terutama bagi saudara-saudara dari Program Studi IAT. Apabila mampu menunjukkan prestasi yang luar biasa, hal tersebut tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap citra dan perkembangan program studi,” ungkap Rektor.
Ia juga menegaskan bahwa kesempatan tersebut perlu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang nasional bukan sekadar memenuhi agenda kompetisi, melainkan bagian dari upaya menunjukkan potensi yang dimiliki program studi di lingkungan UIN SATU.
Perjuangan Mahasiswa Perlu Dipublikasikan
Selain memberikan arahan kepada peserta, Rektor juga meminta tim media dan Humas agar memberikan perhatian terhadap publikasi kegiatan kontingen. Menurutnya, pemberitaan tidak seharusnya hanya berfokus pada mahasiswa yang berhasil memperoleh kemenangan.
Proses persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan kompetisi merupakan bagian dari perjuangan yang layak diketahui masyarakat. Dengan demikian, setiap program studi yang mengirimkan perwakilan perlu memperoleh ruang publikasi.
“Misalnya, ada dua mahasiswa IAT yang berangkat mewakili UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam kompetisi tingkat nasional. Hal seperti ini harus diberitakan,” tegasnya.
Publikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya. Informasi mengenai keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi nasional juga menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi dan kualitas UIN SATU kepada masyarakat luas.
Melalui keikutsertaan Mohamad Khoirun Nizam dan Adjie Wahyu Kembara, Program Studi IAT diharapkan terus menunjukkan perkembangan dan meningkatkan kontribusinya dalam membawa nama baik UIN SATU di tingkat nasional.
