Tulungagung — Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DEMA PTKIN Se-Jawa Nusa Tenggara tahun 2026 digelar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada Kamis (02/04/2026), bertempat di Aula Gedung Prajna Paramita. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah sebagai ajang koordinasi, konsolidasi, dan penguatan peran mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, anggota senat, pejabat akademik dan struktural, serta perwakilan mahasiswa PTKIN dari wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. Rakorwil ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi sekaligus memperkuat gerakan mahasiswa PTKIN di tingkat regional.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembukaan, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Koordinator Wilayah, Koordinator Pusat DEMA PTKIN, hingga sambutan Rektor UIN SATU Tulungagung.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. H. Abdul Azis, M.Pd., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) merupakan institusi besar yang memiliki kontribusi nyata bagi bangsa. Setiap tahunnya, sekitar 200 ribu mahasiswa baru masuk ke 59 PTKIN di Indonesia.
“Kepada para ketua DEMA, jangan pernah pesimis. PTKIN ini besar dan mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Rektor turut menyoroti pentingnya aksi nyata dalam menghadapi tantangan global, termasuk konflik dan krisis lingkungan. Ia menekankan bahwa kerusakan lingkungan menjadi persoalan serius yang harus disikapi secara bersama melalui konsep green campus berbasis Habluminallah, Habluminannas, dan Habluminal ‘Alam.
“Korban akibat kerusakan lingkungan bisa lebih besar dibandingkan korban perang. Oleh karena itu, kita harus menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam,” jelasnya.
Sebagai bentuk implementasi, kampus mulai menerapkan kebijakan ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas, termasuk penghapusan skripsi cetak dan beralih ke format digital.
Di akhir sambutannya, Rektor berharap kegiatan Rakorwil ini dapat menjadi momentum bagi mahasiswa PTKIN untuk semakin percaya diri, tidak pesimis, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, dalam sesi keynote speaker, Dr. Wawan Hari Purwanto, S.H., M.H., menyoroti dinamika kepemimpinan dan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas serta menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.
“Dinamika yang sering terjadi tidak lepas dari peran aktor politik yang menguasai relasi publik, kebijakan, dan sistem. Setiap momentum politik akan selalu menghadirkan dinamika sebagai bagian dari proses menuju lahirnya pemimpin masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa konflik bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan.“Perang pada hakikatnya merupakan bentuk kegagalan diplomasi. Dalam konflik, tidak ada yang benar-benar menang, karena yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu,” tegasnya.
Menurutnya, negara yang sering terlibat konflik cenderung mengalami ketidakstabilan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya aspek kesejahteraan dalam kehidupan sosial.
“Tidak semua orang kaya itu bahagia, tetapi orang miskin sudah pasti mengalami kesulitan,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu membawa perubahan dan menjaga kepercayaan publik.
Kegiatan Rakorwil ini diharapkan mampu memperkuat sinergi mahasiswa PTKIN serta mendorong lahirnya gerakan yang tidak hanya bersifat wacana, tetapi juga aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat luas.
