Banyak Hoaks menyerang, UIN SATU Dukung Ketegasan Menteri Agama Berantas Kekerasan Seksual

Kontributor:

Untitled design 20260507 214053 0000

Jakarta — Maraknya hoaks terkait kasus kekerasan seksual yang beredar di media sosial menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Informasi yang tidak benar tersebut bahkan dikemas sebagai konten disinformasi dan diarahkan untuk menyerang Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama kembali menegaskan sikap tegasnya bahwa tidak ada ruang toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

“Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (06/05/2026).

Menag juga menekankan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, institusi pendidikan keagamaan harus mampu menjadi teladan dalam membangun lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Selain memperkuat regulasi, Kementerian Agama juga terus melakukan pembinaan terhadap satuan pendidikan keagamaan, termasuk pengawasan dan kolaborasi bersama berbagai pihak guna mencegah penyimpangan di lingkungan pendidikan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar dalam upaya memberantas tindak kekerasan seksual sekaligus melawan penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.

Menurut Rektor, isu kekerasan seksual merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele maupun dipolitisasi melalui narasi-narasi hoaks yang menyesatkan publik.

“Kami mendukung penuh sikap tegas Menteri Agama bahwa tidak ada ruang toleransi bagi segala bentuk kekerasan seksual. Pendidikan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh peserta didik,” tegas Rektor.

Prof. Abd. Aziz menambahkan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar, terlebih yang sengaja dibangun untuk menyerang individu maupun institusi, dapat mengaburkan substansi persoalan serta menghambat upaya penegakan moral dan keadilan.

“Di era digital saat ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai hoaks justru memperkeruh suasana dan mengalihkan fokus dari upaya perlindungan terhadap korban serta pembenahan sistem pendidikan,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk membangun budaya akademik yang sehat, inklusif, dan berintegritas. Karena itu, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

UIN SATU Tulungagung terus berkomitmen memperkuat lingkungan kampus yang ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi melalui penguatan edukasi, pembinaan, serta pendampingan terhadap sivitas akademika.

“Kampus harus hadir sebagai ruang pendidikan yang memanusiakan manusia. Nilai-nilai moral, penghormatan terhadap martabat kemanusiaan, serta budaya saling menjaga harus menjadi fondasi bersama dalam kehidupan akademik,” sambut Rektor.

Selain itu, Rektor turut mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan sivitas akademika, untuk membangun budaya literasi digital yang sehat dengan mengedepankan sikap kritis, tabayyun, dan tanggung jawab dalam bermedia sosial.

Melalui dukungan ini, UIN SATU Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Editor: Ulil Abshor
Photographer: Kemenag RI
Skip to content