Ringkasan Berita:
• Rektor UIN SATU melepas 12 mahasiswa yang menjadi kontingen dalam ajang OASE PTKIN III Tahun 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
• Kontingen terdiri atas delapan finalis dari lima program studi dan empat peserta kategori Expo.
• Rektor berpesan agar peserta menjaga kesiapan fisik dan mental, tetap tenang, menjunjung sportivitas, serta belajar dari keunggulan peserta lain.
• Rektor juga meminta Humas memublikasikan proses perjuangan mahasiswa sejak persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Tulungagung (UIN SATU) — Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung melepas kontingen mahasiswa yang akan mengikuti Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN III Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Gedung Rektorat UIN SATU, Selasa (3/11/2026), pukul 10.00–12.00 WIB.
Sebanyak 12 mahasiswa terpilih menjadi perwakilan UIN SATU dalam ajang tingkat nasional yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka terdiri atas delapan finalis dari berbagai cabang lomba dan empat mahasiswa yang mengikuti kategori Expo Inovasi.
12 Mahasiswa Wakili UIN SATU dalam Berbagai Cabang
Pada cabang Fisika, UIN SATU diwakili oleh Moh. Amirul Rosid dari Program Studi Tadris Fisika. Sementara itu, pada cabang Qiraatul Kutub Putra, terdapat Adjie Wahyu Kembara dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Cabang Nanoteknologi dan Kesehatan diikuti oleh tiga mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, yakni Elin Widya Nafi’, Widya Pramita Damayanti, dan Rahma Nur Aulia.
Adapun pada cabang Sosial Kemasyarakatan, UIN SATU mengirimkan tiga mahasiswa, yaitu Mohamad Khoirun Nizam dari Program Studi IAT, Nadiyatus Zahroul Khusna dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Umi Masrochatul Cholish dari Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Selain para finalis, empat mahasiswa turut berpartisipasi dalam kategori Expo Inovasi. Mereka adalah Mustaqim In’am Al Qodri dari Program Studi Tadris Biologi, Muhammad Rofi Uddin Al-Ayyubi dan Muhammad Robitullah dari Program Studi Informatika, serta Ibnu Rafiid Shafiyudin dari Program Studi Bimbingan Konseling.
Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menunjukkan partisipasi UIN SATU dalam beragam bidang keilmuan. Ajang OASE PTKIN III 2026 sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan membawa nama baik almamater di tingkat nasional.
Rektor: Jaga Mental, Sportivitas, dan Kepercayaan Diri
Dalam arahannya, Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah terpilih mewakili kampus. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi nasional merupakan kepercayaan sekaligus amanah yang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Rektor mengingatkan peserta agar mempersiapkan kondisi fisik dan psikis sebelum mengikuti perlombaan. Peserta diminta menjaga kesehatan, tetap tenang, dan tidak terbebani oleh target kemenangan secara berlebihan agar dapat menampilkan kemampuan terbaik.
Ia juga menegaskan bahwa menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses perjuangan, keberanian untuk berkompetisi, dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Jangan menunggu sampai mereka menang. Sejak keberangkatan, perjuangan mereka sudah layak diapresiasi,” pesan Rektor.
Selain itu, peserta diminta menjunjung tinggi sportivitas dan tidak berkecil hati ketika berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain. Jika terdapat peserta yang memperoleh hasil lebih baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadikannya sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi diri.
“Kalau memang ada pihak lain yang menang, bahkan dari program studi yang sebelumnya kita anggap berada di bawah kita, belajarlah dari mereka. Jangan malu untuk mengakui keunggulan orang lain,” ungkapnya.
Dorong Program Studi Tunjukkan Kualitas
Rektor juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi nasional sebagai salah satu cara menunjukkan kualitas dan perkembangan program studi. Secara khusus, ia mendorong program studi bidang keilmuan umum, seperti Tadris Fisika dan Tadris Biologi, agar semakin percaya diri dalam bersaing dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain.
Keikutsertaan mahasiswa IAT juga menjadi perhatian tersendiri. Rektor berharap partisipasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap citra dan perkembangan program studi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai ajang akademik perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan kualitas lembaga.
Di samping memberikan arahan kepada peserta, Rektor meminta tim Humas dan media kampus untuk memberikan ruang publikasi terhadap seluruh perjuangan kontingen. Pemberitaan diharapkan tidak hanya berfokus pada hasil akhir atau kemenangan, tetapi juga mencakup proses persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan kompetisi.
Dengan demikian, setiap mahasiswa dan program studi yang berpartisipasi memperoleh apresiasi sekaligus dapat memperkenalkan potensi UIN SATU kepada masyarakat luas.
Melalui pelepasan ini, UIN SATU berharap seluruh kontingen dapat mengikuti OASE PTKIN III 2026 dengan penuh semangat, menjaga nama baik almamater, serta memperoleh pengalaman dan hasil terbaik. Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di tingkat nasional.
