Ringkasan Berita:
– UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Pelatihan Orientasi Penggerak Ekoteologi pada 4–10 November 2026.
– Kegiatan yang berlangsung di PTP UIN SATU Tulungagung ini diikuti 60 peserta dari delapan provinsi
– Peserta terdiri atas 31 dosen, 22 guru, dan tujuh ASN Kementerian Agama.
– Pelatihan menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, perawatan fasilitas, serta kolaborasi dalam mengembangkan gerakan ekoteologi.
Tulungagung — UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Pelatihan Orientasi Penggerak Ekoteologi pada 4–10 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di PTP UIN SATU Tulungagung tersebut diikuti 60 peserta dari delapan provinsi dengan latar belakang profesi dan instansi yang beragam.
Pelatihan ini menjadi ruang penguatan wawasan sekaligus upaya mendorong lahirnya penggerak ekoteologi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 60 peserta tersebut terdiri atas 31 dosen, 22 guru, dan tujuh ASN Kementerian Agama. Berdasarkan data pendaftaran, peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Banten, dan Sumatera Barat.
Merawat Lingkungan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Dalam pengarahan pada pembukaan kegiatan, Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I, menekankan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, fasilitas yang dimiliki merupakan amanah yang harus dipelihara agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Kepedulian terhadap lingkungan juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga ruang terbuka hijau dan merawat pepohonan di lingkungan kampus. Upaya tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang lestari.
Rektor juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sosial dan pelestarian lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penguatan Wawasan dan Kolaborasi Ekoteologi
Setelah pengarahan Rektor, acara pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag. Materi yang disampaikan bertajuk “Strategi Pengarusutamaan Gerakan Ekoteologi di Kementerian Agama Melalui Sistem Pembiayaan LPDP”.
Selama pelatihan, peserta akan memperoleh penguatan materi mengenai arah kebijakan dan pengembangan ekoteologi Kementerian Agama, urgensi ekoteologi dalam kehidupan beragama di Indonesia, kesadaran ekologis, serta fondasi teologis dan tanggung jawab etis ekologis yang mencakup relasi Tuhan, manusia, alam, dan kearifan lokal. Pembahasan juga mencakup pembacaan krisis ekologis beserta dampaknya, pemetaan persoalan lingkungan, analisis akar krisis ekologis, refleksi praktik baik masyarakat, strategi kolaborasi, hingga integrasi ekoteologi ke dalam sistem pembelajaran di perguruan tinggi.
Sejumlah narasumber turut mengisi materi selama pelatihan, yakni Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., M.T. selaku Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI; KH. Helmi Ali Yafie; Dr. Wawan Junaedi, M.A. selaku Ketua Pokja Ekoteologi Kementerian Agama RI; Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I selaku Rektor UIN SATU; Prof. Dr. H. Syamsun Niam, M.Ag. selaku Wakil Rektor III UIN SATU; Prof. Dr. H. Ngainun Naim, M.H.I. selaku Kepala LP2M UIN SATU; serta Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, M.A. selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.
Mendorong Lahirnya Penggerak Ekoteologi
Melalui pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan wawasan, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan serta praktik pelestarian lingkungan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Keberagaman latar belakang peserta menjadi modal untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi. Dengan demikian, ekoteologi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.
Pelatihan Orientasi Penggerak Ekoteologi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan dan para pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
