Mahasiswa Program Studi PGMI UIN SATU Terpilih sebagai Finalis OASE PTKIN III 2026

Kontributor:

4
Ringkasan Berita:

– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN SATU, Nadiyatus Zahroul Khusna, terpilih sebagai finalis cabang lomba Sosial Kemasyarakatan OASE PTKIN III Tahun 2026.

– Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk membawa nama program studi dan almamater dalam kompetisi tingkat nasional.

– Rektor UIN SATU berpesan agar seluruh peserta menjaga kesiapan fisik dan mental serta menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga.

Tulungagung (UIN SATU) — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Nadiyatus Zahroul Khusna, terpilih sebagai finalis cabang lomba Sosial Kemasyarakatan  dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN III Tahun 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa PGMI dalam membawa nama UIN SATU pada kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Nadiyatus, mahasiswa semester 7 asal Dusun Karangrejo, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu mahasiswa yang dipercaya mewakili UIN SATU setelah melalui proses seleksi. Kesempatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi pengalaman dalam mengembangkan potensi diri serta membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.

Nadiyatus tidak berangkat seorang diri. Ia tergabung dalam tim bersama Umi Masrochatul Cholisoh dari Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial dan Mohamad Khoirun Nizam dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Ketiganya mahasiswa semester 7 yang lolos sebagai finalis cabang Sosial Kemasyarakatan. Mereka menjadi bagian dari kontingen UIN SATU pada OASE PTKIN III 2026 yang beranggotakan 11 mahasiswa, terdiri atas 8 finalis dan 3 peserta expo.

Tim ini mengusung karya Sistem Akses Pembelajaran Aksesibel (SAPA), yaitu rancangan platform pembelajaran digital bagi mahasiswa penyandang disabilitas di UIN SATU. Gagasan ini berangkat dari wawancara dengan dosen pengelola Pusat Studi Gender, Anak, dan Difabel (PSGAD) serta tiga mahasiswa penyandang disabilitas yang mengungkapkan kendala komunikasi, pemahaman materi, hingga mobilitas. SAPA memadukan materi dalam berbagai format (video bertranskrip, dokumen terstruktur, audio), asesmen yang aksesibel, serta konsultasi dan umpan balik akademik. Karya ini sejalan dengan SDGs 4 dan SDGs 10, dan rancangannya masih perlu diuji bersama calon pengguna.

Kesempatan Menunjukkan Potensi Mahasiswa

Keikutsertaan dalam OASE PTKIN III 2026 menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif mahasiswa PGMI dalam kegiatan akademik berskala nasional. Melalui kompetisi ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun pengembangan diri.

Rektor UIN SATU dalam sambutan pemberangkatan kontingen pada Selasa (3/11/2026) menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah terpilih. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi nasional merupakan amanah yang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Rektor juga mengingatkan bahwa persiapan fisik dan psikis menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Peserta diharapkan mampu menjaga kesehatan, mengelola tekanan, serta mengikuti perlombaan dengan tenang agar dapat menunjukkan kemampuan secara optimal.

Perjuangan Mahasiswa Layak Mendapat Apresiasi

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa proses perjuangan mahasiswa perlu mendapatkan perhatian dan publikasi sejak awal keberangkatan. Apresiasi tidak semestinya hanya diberikan ketika peserta berhasil memperoleh kemenangan, tetapi juga terhadap usaha dan proses yang telah mereka lalui.

“Jangan menunggu sampai mereka menang. Sejak keberangkatan, perjuangan mereka sudah layak diapresiasi,” pesan Rektor.

Melalui keikutsertaan Nadiyatus Zahroul Khusna, Program Studi PGMI diharapkan semakin terdorong untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Partisipasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya agar berani mengambil kesempatan dan berkontribusi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional.

Skip to content
Menerjemahkan halaman... Mohon tunggu beberapa saat.